Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Peserta mengemudikan gerobak sapi saat mengikuti Lomba Drag Race Gerobak Sapi di lapangan Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DI. Yogyakarta, Minggu (20/04/2014). Kompetisi mengemudikan gerobak sapi itu baru pertama kali digelar dan menjadi ajang berkumpulnya para petani atau pecinta gerobak dalam upaya melestarikan gerobak sapi sebagai daya tarik wisata. Gerobak sapi kini tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi ramah lingkungan namun juga sebagai hiasan pada rumah, r
Wisata Sleman di bidang budaya yakni desa wisata diharapkan memiliki karakter sesuai daerah masing-masing, bukan hanya latah seperti desa lain
Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman meminta kepada pengelola desa wisata untuk memunculkan potensi khas yang dimiliki masing-masing desa.
Selama ini masih ada kesan latah yang mana tampilan masing-masing desa seakan sama. Hanya pemandangan alam yang ditonjolkan tanpa mengeksplorasi keunggulan lainnya.
“Kita akan gali potensi yang ada agar masing-masing desa wisata itu memiliki karakter,” kata Kepala Disbudpar Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi, Minggu (23/8/2015).
Upaya ini dilakukan agar 30 desa wisata di Sleman mampu menyuguhkan potensinya masing-masing. Karena jika hanya latah desa wisata tanpa menggali potensi yang ada, perlahan-lahan akan mati.
Di satu sisi, kata Ayu, Disbudpar harus merespon baik munculnya desa wisata di Sleman. Namun di sisi lain jika tidak ada potensi yang ditunjukkan hanya akan sama dengan desa wisata yang berangsur hilang.
“Pembedanya itu apa. Potensi utama dari desa itu apa. Di sini memang ide dan kreativitas harus dimunculkan,” jelas dia.
Selama ini Disbudpar memang sudah mengapresiasi keberadaan desa wisata baru yang bermunculan. Ayu mengakui jika tidak ada dana khusus untuk pembangunan fisik di desa wisata. Hanya saja bantuan diberikan dalam bentuk pelatihan. Seperti pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang mengelola desa wisata, sosialisasi sadar wisata, sosialisasi sapta pesona, penataan kamar home stay, dan masih banyak lagi.
Kegiatan seperti ini diberikan khususnya pada desa wisata dengan masih masuk dalam kategoti tumbuh. Di Sleman, ada 14 desa wisata yang masuk dalam kategori tumbuh. Salah satunya Desa Wisata Palgading di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik.
Pengelola desa wisata yang juga kepala dusun Palgading, Tumirah mengatakan, Disbudpar aktif menggandeng pengelola untuk mengikuti pelatihan. Ia mengakui jika selama dua tahun berdiri, Desa Wisata Palgading belum pernah mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
“Belum [dapat bantuan dana]. Bantuannya paling kita diikutkan dalam pameran. Promosi dan sarana prasarana di sini ya kita swadaya,” kata dia pada Harian Jogja.
Tumirah mengatakan, seharusnya desa wisata mendapat bantuan dari dana keistimewaan namun pada kenyataannya tidak. “Kita dapat bantuan dari dana desa sebesar Rp37 juta,” kata dia.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun sepuluh kamar mandi guna mendukung kegiatan wisatawan yang sedang melakukan outbond atau kemah.
Di desa wisata ini, salah satu karakter yang ditonjolkan ialah kerajinan kulit serat alam. Seperti desa wisata lain yang juga menawarkan lokasi outbond, tracking sungai dan sawah, kulit serat alam menjadi ciri khas Palgading yang membedakan dengan desa wisata lainnya.
Sementara untuk kategori desa wisata mandiri, seperti Desa Wisata Pulesari, Disbudpar sudah tidak banyak berkontribusi. Beberapa desa bahkan sudah memiliki jaringan dengan pihak lain yang mampu mendatangkan pemasukan.
Ayu menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan berarti ditumbuhi investor. Bukan berarti investor datang dan mengubah konsep yang telah dibentuk pengelola sejak awal. Namun mereka hanya membantu promosi agar desa wisata mampu mendatangkan wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
YellowKey ditemukan mampu membobol enkripsi BitLocker di Windows 11 tanpa kata sandi. Peneliti menduga adanya backdoor yang sengaja ditanamkan Microsoft.
MORAZEN Yogyakarta kembali menjalankan program MORA Impact sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG)