Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
dokumen
Kurs rupiah melemah menyebabkan kenaikan harga barang impor, kedelai salah satunya. Kenaikan harga kedelai dianggap masih wajar
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga komoditas kedelai impor mulai naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Meski demikian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Sleman menyatakan kenaikan yang terjadi sekarang masih normal.
Disperindagkop Sleman mencatat bahwa pada bulan sebelumnya, harga kedelai di Sleman pernah menembus Rp9.000 bahkan Rp10.000. "Beberapa bulan lalu pernah Rp9.000 sampai Rp 10.000, lalu turun jadi Rp7.000. Kalau sekarang hanya naik sedikit itu belum terasa dampaknya," kata Kepala Disperindagkop Sleman, Pustopo, pada wartawan di sela-sela perjalanan dinas ke Pangkal Pinang, Selasa (25/8/2015).
Saat ini harga kedelai impor di Sleman Rp7.400 dari sebelumnya Rp7.000. Jika dibandingkan harga yang sampai Rp10.000 itu, posisi harga kedelai saat ini masih dikatakan aman. Pustopo mengatakan kenaikan harga belum mempengaruhi produksi tempe tahu karena pasokan kedelai kepada perajin juga aman.
Disperindagkop belum akan melakukan operasi pasar (OP) kedelai karena stok masih memenuhi. Saat ini dinas hanya memantau kondisi perindustrian tempe. Jika suatu saat kenaikan harga menghambat hingga mematikan produksi para perajin maka Pemkab Sleman akan segera melaporkan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY agar segera mengeluarkan kebijakan.
Pustopo mengatakan, perajin tempe di Sleman mayoritas mengandalkan kedelai impor daripada kedelai lokal. Pasalnya dilihat dari tampilannya, kedelai impor lebih menarik. Ukuran bulirnya lebih besar sehingga secara tidak langsung memicu daya tarik perajin maupun konsumen tempe.
Komoditas kedelai lokal juga belum mencukupi kebutuhan perajin di Sleman. Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Sleman, Edi Sriharmanto mengatakan, pada musim kemarau tahun lalu, jumlah panenan kedelai lokal sebesar 530 ton dari luas lahan 263 hektare.
"Kalau untuk kebutuhan seluruh wilayah [Sleman] belum cukup karena lahannya hanya Prambanan saja," kata dia.
Melihat potensinya, sebenarnya banyak kecamatan yang cocok ditanami kedelai. Namun petani tidak berminat menanam kedelai dan memilih menanam palawija atau tembakau. Tanaman kedelai lokal juga mudah diserang hama penyakit seperti hama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.