Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Tanaman bakung yang ditanam di kawasan Taman Binangun tampak layu karena diinjak warga saat menonton karnaval Kulonprogo, Kamis (27/8/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Masalah lingkungan berupa kerusakan taman terjadi di Kulonprogo.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Sejumlah tanaman di beberapa taman rusak akibat terinjak warga saat menyaksikan pawai dan karnaval Kulonprogo. Kerugian akibat rusaknya taman tersebut diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Penyelenggaraan acara HUT RI ke-70 digelar selama dua hari dengan menampilkan parade pawai dan karnaval yang diikuti 12 kecamatan di seluruh Kulonprogo. Ribuan warga pun turun ke jalan dan memadati sepanjang rute parade. Bahkan, tidak sedikit dari warga yang berjubel di kawasan taman kota dan sengaja atau tidak sengaja menginjak tanaman yang ada di taman.
“Paling parah kerusakan terjadi di Taman Binangun. Hampir semua tanaman bakung di taman itu diinjak. Bahkan, semua pohon cemara yang baru setinggi satu meter roboh. Malamnya setelah pawai langsung kami coba tegakkan lagi. Tidak tahu itu apa akan hidup atau malah mati,” ujar Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Toni, Kamis (27/8/2015).
Toni mengungkapkan, tidak hanya kawasan Taman Binangun yang banyak mengalami kerusakan akibat acara tersebut. Taman yang berada di depan Kodim 0731 Kulonprogo juga menjadi sasaran warga yang ingin menyaksikan karnaval tersebut. Sejumlah tanaman juga nyari rusak karena diinjak banyak warga.
Antisipasi untuk pengawasan taman sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Toni mengatakan, sebelum penyelenggaraan pengamanan taman menjadi pengamanan dari Satpol PP dan hal itu telah diketahui Bupati. Namun, meski begitu tetap belum optimal mengurangi dampak kerusakan taman.
“Satpol PP juga sudah mengingatkan warga, baik lisan maupun dengan pengeras suara. Tetapi tetap saja kerusakan tanaman tidak bisa dihindari, mengingat banyaknya penonton yang membludak,” jelas Toni.
Toni menegaskan, perawatan tanaman membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan, biaya perawatan tanaman juga cukup mahal. Setidaknya, kerugian akibat rusaknya taman bisa mencapai jutaan rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Pencurian motor di Kadipiro Solo kepergok warga. Seorang terduga pelaku ditangkap setelah dikejar hingga Gondangrejo, Karanganyar.
Polisi mengungkap kematian Triyanto di Pajangan, Bantul, diduga akibat penganiayaan. Tiga orang diamankan dan masih diperiksa.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Iran mendesak AS mematuhi nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan berpengaruh.