Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengendara sepeda motor menghindari jalan rusak di dekat objek wisata Candi Ijo. (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Wisata Sleman di Candi Ijo mulai diminati warga
Harianjogja.com, SLEMAN-Jalan menuju objek wisata Candi Ijo rusak. Banyak jalan berlubang dan aspal mengelupas. Akibatnya, pengendara sepeda motor yang akan menuju Candi Ijo pun harus menghindari lubang agar tidak tergelincir.
Kerusakan tidak hanya jalan menuju Candi Ijo dari arah bawah, tetapi juga dari atas atau sekitar Desa Wukirharjo Prambanan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman mengatakan, beberapa bulan terakhir Candi Ijo memang mulai mendapat perhatian dari wisatawan.
Meski Disbudpar sendiri tidak memiliki data kunjungan wisata setiap harinya namun dengan tiket masuk yang masih gratis serta keindahan pemandangan dari atas bukit, membuat wisatawan berdatangan.
“Candi Ijo itu bagus loh. Diminati karena pemandangannya dapet. Apalagi sunset-nya tapi sayang jalannya itu yang bermasalah,” kata Kepala Disbudpar Sleman, AA Ayu Laksmidewi, Sabtu (29/8/2015).
Terkait kondisi jalan menuju Candi Ijo yang rusak pihaknya merasa tidak berwenang untuk mengeluarkan kebijakan. Selama ini ia hanya mendapat masukan dari berbagai pihak bahwa jalan menuju objek wisata di Desa Sambiharjo tersebut perlu diperbaiki. “Yang punya kewenangan itu provinsi. Masukan ini sudah kita masukkan ke provinsi,” kata dia.
Menurut Ayu, salah satu pemicu kerusakan jalan adalah truk tambang Tebing Breksi. Bagi dia jika aktivitas penambangan bisa dihentikan maka kerusakan jalan tidak semakin parah. Semua ruas jalan dari bawah hingga Candi Ijo rusak.
Kebanyakan kerusakan terjadi pada jalan tanjakan tajam. Pengemudi kendaraan roda dua pun harus berhati-hati untuk menghindari lubang tersebut agar tidak terjatuh.
Salah satu pengunjung Candi Ijo, Natalia, 19, merasa Candi Ijo memiliki nilai jual yang tinggi. Selain karena candi, salah satu unggulan objek ini tak lain adalah pemandangannya. Banyak kaum muda yang menghabiskan waktu sore harinya di tempat ini. Mereka menikmati pemandangan Kota Jogja dari atas bukit hingga terbenamnya Matahari.
“Jeleknya itu jalannya. Sudah nanjak, rusak pula,” keluhnya. Ia berharap agar pemerintah DIY memberi perhatian khusus kepada objek-objek wisata kecil seperti Candi Ijo. Pasalnya saat ini wisatawan sudah mulai mencari objek wisata alternatif yang masih jarang dikunjungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.