Pertunjukan wayang digelar di SMAN 2 Playen, Sabtu (5/9/2015). /Harian Jogja-Uli Febriarni
Pertunjukan wayang digelar di SMAN 2 Playen dalam rangka ulang tahun sekolah tersebut
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ulang tahun ke-24 Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Playen (SMA N 2 Playen) diisi dengan agenda mengapresiasi seni tradisi wayang oleh siswa.
Kepala Sekolah SMA N 2 Playen, Fatmiyati pada Sabtu (5/9/2015) mengatakan, agenda peringatan ulang tahun sekolah mengambil tema terkait pelestarian budaya.
"Kita ajarkan kepada siswa beragam bentuk tradisi, untuk diapresiasi oleh siswa, salah satunya wayang. Tapi siswa juga menampilkan seni tradisional, seperti tari-tarian dan seni lainnya, kami juga menggelar talk show budaya" terangnya.
Ia menambahkan, pementasan wayang yang didalangi oleh seorang dosen Institut Seni Indonesia Jogja, Udreka itu, diharapkan bisa dikembangkan oleh murid. Sebab, menurut Fatmiyati, anak muda saat ini banyak yang tidak mengerti wayang.
Digelarnya pementasan wayang, maka keberadaan seni tradisi wayang bisa terus dilestarikan. SMA N 2 Playen sendiri disebutnya sebagai sekolah yang berbasis budaya, yang salah satu komitmennya, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan.
Sementara salah satu pengamat seni yang hadir dalam kegiatan, Pardi mengungkapkan, pertunjukan wayang menceritakan tentang lahirnya jabang tetuko Gatot Kaca Senapati, menghadapi musuh dari kahyangan bernama Kolosekipu.
Kemudian terjadi perang tanding di antara jabang tetuko dan Kolosekipu, yang dimenangkan oleh jabang tetuko. Akhirnya jabang tetuko dinobatkan menjadi raja di Pringgondani dengan nama Raden Gatot Kaca.
"Itu adalah sejarah singkat mengenai pentas wayang, yang dimaknai bahwa setiap orang baik mempunyai kekuatan melawan orang jahat untuk tidak diremehkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: