Jadwal SIM Gunungkidul Rabu 16 September 2026 di Sambipitu Patuk
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
Sutris saat membantu sapi berkaki dua untuk menyusu induk di kandang dekat rumahnya di RT 01 RW 13 Dusun Bragasan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa (8/9/2015). (Harian ogja-Sunartono)
Sapi berkaki dua lahir di Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Sutris, 30, memiliki seekor Sapi yang baru lahir pada pekan lalu. Uniknya sapi itu hanya memiliki dua kaki.
Sesekali bangun di tengah malam bagi orangtua ketika memiliki bayi mungkin hal yang biasa. Bayi biasanya menangis dan meminta susu karena haus. Tetapi bangun berkali-kali malam hari yang dilakukan seorang pria ini bukan untuk anaknya. Melainkan demi seekor sapi yang belum genap berumur sepekan.
Bangun tiga kali dalam semalam dilakoni pria bernama Sutris sejak empat hari terakhir. Berawal ketika seekor sapi induk miliknya melahirkan anak sapi jantan. Tetapi sapi itu hanya memiliki dua kaki bagian belakang.
Tubuh anak sapi itu pun hanya ditopang dengan dua kaki. Bertambahnya ternak miliknya selain menjadi rezeki sekaligus ujian bagi Sutris. Karena untuk urusan menyusui harus selalu mengangkat tubuh sapi bagian depan.
Minimal tiga kali bangun, harus dilakoni Sutris pada pukul 22.00 WIB, pukul 01.00 WIB dan pukul 05.00 WIB. Waktu itulah anak sapi harus mendapatkan asupan susu dari induknya. Ia tidak ingin anakan sapi itu kekurangan gizi dari induknya.
"Minimal harus bangun tiga kali," ucap Sutris sembari merangkul anak sapi itu untuk diberdirikan, Selasa (8/9/2015) siang.
Anak sapi berikut induknya dikandangkan di samping kiri rumah Sutris yang berada di RT 01 RW 13 Dusun Bragasan, Trihanggo, Gamping, Sleman. Selain malam hari, pada siang hari asupan susu juga harus diberikan dengan jumlah yang sama. Pukul 12.00 WIB Selasa (8/9/2015) kemarin, Sutris menyempatkan diri pulang ke rumah dari tempat bekerja serabutan.
Masih mengenakan pakaian lapangan, ia memasuki kandang. Lebih dahulu ia melepas tali induk sapi untuk dipindah ke pinggiran kandang sempit itu. Baru Sutris memeluk anakan sapi berbobot sekitar 50 kilogram. Perlahan ia membangunkan dengan mengangkat bagian depan memakai kedua tangan.
Menyerupai hewan Kanguru, sapi itu tampak berusaha melompat dengan dua kaki. Sutris lalu mengerahkan mulut sapi itu ke susu induknya. Saat itulah sapi kecil merasakan kesegaran air susu hingga mulutnya berbusa setelah berjam-jam tak mampu menikmatinya.
Sutris terus memegangi sapi itu dengan waktu sekitar 20 menit hingga sapi anakan benar-benar kenyang. Kemudian melepaskan dan sapi kembali duduk tersungkur.
Dua hari setelah dilahirkan, anakn sapi itu telah diperiksa dokter hewan. Hasilnya kondisi sapi normal dan sehat. Sutris tidak menampik jika ternak itu cukup menyusahkannya. Karena butuh perawatan khusus. Ia berencana menjual anakan sapi berikut induk sebesar Rp60 juta.
Anehnya lagi, tidak ada anggota keluarga atau tetangganya yang berani membantu anakan sapi untuk menyusu. Alasannya, karena indukan sapinya tergolong galak. "Kalau orang lain langsung ditanduk, tidak ada yang berani," ucanya.
Sutris tetap bersyukur meski ternaknya hanya berkaki dua sehingga butuh perawatan ekstra. Sejak dimiliki, indukannya telah menghasilkan tiga ekor sapi peranakan yang turut menopang kebutuhan hidup keluarganya. ([email protected])
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIM Keliling, SIMMADE hingga layanan malam. Simak lokasi dan syaratnya.
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.