Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Foto Ilustrasi rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Reuters )
Pemda DIY berharap rumah sakit lokal meningkatkan kualitas.
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Dinas Kesehatan DIY Arida Oetami meminta Pemerintah Kota Jogja, Sleman, dan Bantul, membatasi perizinan pembangunan rumah sakit, mengingat keberadaan rumah sakit dari tiga wilayah tersebut sudah melebihi kapasitas.
"Izin pendirian rumah sakit jangan ditambah tapi kualitas yang harus ditingkatkan," kata Arida dalam forum pertemuan pimpinan rumah sakit dan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Kamis (10/9/2015).
Arida menyebutkan jumlah rumah sakit di DIY ada 75. Sebagian besar terkumpul di Kota, Sleman, dan Bantul. Sementara di dua wilayah lainnya seperti Gunungkidul dan Kulonprogo justru masih kekurangan. Ia mengaku tidak memiliki kewenangan mengendalikan ijin pendirian rumah sakit tipe C dan D, karena menjadi wewenangnya pemerintah kota dan kabupaten.
Menurut Arida jumlah rumah sakit di DIY sudah melebihi standar yang ditetapkan WHO, yakni satu rumah sakit banding serubu pasien. Sementara di DIY satu rumah sakit berbanding 400 pasien dari total jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa. Ia mencontohkan di Nusa Tenggara yang jumlah penduduknya empat juta dengan 10 kabupaten rumah sakitnya hanya 15.
Ia tidak mempersoalkan banyaknya rumah sakit jika keberadaanya merata di seluruh wilayah DIY. "Ini tidak merata. Seharusnya inventor yang akan membangun rumah sakit didorong untuk membangun di Gunungkidul dan Kulonprogo," ucap Arida.
Kepala Unit Pemasaran, BPJS Kesehatan DIY Ratih Subekti memaparkan, dari 75 rumah sakit, yang sudah kerjasama dengan BPJS sebanyak 69. Jumlah tersebut tersebar di Sleman 32 rumah sakit, Kota Jogja 13, Bantul 14, Kulonprogo tujuh, dan Gunungkidul tiga rumah sakit.
Sementara itu anggota Komisi D DPRD DIY, Nuryadi mengatakan Pemda DIY perlu mengevaluasi kembali keberadaan rumah sakit. Ia sepakat perlu adanya pembatasan rumah sakit di pusat kota Jogja dan mengarahkan pembangunan rumah sakit ke Gunungkidul dan Kulonprogo. "Gunungkidul dan Kulonprogo sudah tertinggal segalanya, sampai pelayanan kesehatan harus mengakses jauh. Harus diupayakan rumah sakit mudah diakses," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
PLTS Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun dengan investasi Rp1,6 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.
Cek daftar harga HP Samsung Galaxy S dan Z Series terbaru 26 Agustus 2026, mulai Galaxy S25 hingga Z Fold8 Ultra.
Dokumen TPST Wukirsari Gunungkidul rampung. Lelang ditargetkan Oktober dan pembangunan diharapkan dimulai awal 2027.