KECELAKAAN BANTUL : Pengendara dan Sepeda Motornya Terjun Bebas ke Sungai

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 14 September 2015 13:20 WIB
KECELAKAAN BANTUL : Pengendara dan Sepeda Motornya Terjun Bebas ke Sungai

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Dok.)

Kecelakaan Bantul dialami pengendara sepeda motor yagn terjun bebas ke sungai hingga tewas

Harianjogja.com, BANTUL- Seorang Pengendara sepeda motor tewas, setelah terjun bebas ke sungai bersama kendaraannya. Korban diduga menderita penyakit epilepsi.

Peristiwa nahas itu dialami Samilin, 40, warga Dusun Sukoharjo, Argodadi, Sedayu. Pada Sabtu (12/9/2015) malam selepas Maghrib, korban melaju menggunakan sepeda motor melintasi Dusun Pakel Dukuh masih satu desa dengan tempat tinggalnya. Ia tetap saja memacu kencang kendaraannya kendati melewati jalan buntu.

Jalan itu berujung ke sebuah anak sungai. Samilin dan kendaraannya langsung terjun ke dasar sungai, setelah sebelumnya menabrak tanggul pembatas antara jalan buntu dan sungai. Pejabat Sementara (Pjs) Polsek Sedayu Aiptu Suroyo mengatakan, kejadian itu mengejutkan warga sekitar.

Mereka mengira korban bukan warga setempat, karena tidak mengerti dengan seluk beluk jalan di perkampungan itu. Warga langsung mencari keberadaan korban dan kendaraannya.

Dari atas sungai, warga menemukan lampu sein kendaraan yang masih menyala, namun tubuh Samilin tidak terlihat. "Ketinggian dari atas ke sungai sekitar dua belas meter," terang Aiptu Suroyo, Minggu (13/9/2015).

Lantaran khawatir arus dan kedalaman sungai, warga tidak berani turun ke bawah. Mereka lalu menghubungi kepolisian setempat. Setelah itu, petugas search and rescue (SAR) Pantai Parangtritis bersama Polda DIY mulai melakukan pencarian pada Pukul 20.00 WIB. Setelah berupaya selama hampir tiga jam, tubuh lelaki malang itu akhirnya ditemukan sekitar Pukul 22.30 WIB.

Jasadnya berada sekitar sepuluh meter dari sepeda motornya berada. Pukul 22.48 WIB, petugas berhasil mengevakuasi jasad korban. Kepala Polsek Sedayu Kompol Muhamad Nawawi mengatakan, polisi melakukan penyelidikan identitas korban dan menghubungi keluarganya.

"Menurut keterangan keluarga korban, dia menderita penyakit epilepsi sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya," papar Muhamad Nawawi. Jenazah Samilin dikirim ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sarjito guna dilakukan autopsi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis