Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Penjual bumbu dapur di Pasar Colombo, Condong Catur, Depok, meracik bumbu giling basah, Selasa (22/9/2015).(Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Iduladha 2015 membuat penjual bumbu dapur laris manis
Harianjogja.com, SLEMAN-Mulai Senin (21/9/2015) kios pusat penjualan bumbu masak di Pasar Colombo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, mulai diserbu warga. Dari bumbu giling basah, kering, hingga bumbu dapur mentah, laris diserbu pembeli yang mayoritas ibu-ibu.
Pengelola kios, Budiarto, 25, kewalahan setiap menghadapi Iduladha. Pasalnya bumbu dapur jadi bahan pokok yang paling dicari. Memang, pembeli hanya memesan dalam jumlah sedikit. Seperti bumbu rendang basah hanya Rp3.000, tongseng Rp5.000 dan bumbu gule Rp4.000. "Tapi kalau yang datang ratusan dan bergantian, apa kita enggak kewalahan," katanya sembari melayani pembeli, Selasa (22/9/2015).
Belum lagi toko yang ia kelola itu juga menyediakan jasa parut kelapa. Tentu semakin menarik banyak pelanggan yang ingin memasak hewan kurban menggunakan santan.
Budiarto mengatakan, kenaikan permintaan bumbu masak saat Iduladha bisa mencapai 100%. Dari hari biasanya hanya sekitar 50-an pembeli, sekarang meningkat menjadi 100 pembeli. Hal tersebut secara langsung menaikkan omzet yang diperoleh. Untuk menjelang Iduladha seperti sekarang, pendapatan yang diterimanya hampir Rp1-Rp1,5 juta. Sementara hari biasa hanya Rp750.000.
Menurutnya usaha bumbu masak mampu menghasilkan keuntungan besar. Selain mudah diperoleh, harga bahan bakunya juga terjangkau. Seperti kunyit, laos, jahe, kencur, lada, dan lainnya. Semuanya mudah diperoleh di Pasar Beringharjo maupun Pasar Giwangan.
Selain menyediakan ecer, Budi juga melayani partai besar. Seperti untuk bumbu rendang basah ia jual Rp25.000/ kg.
Menjelang Iduladha, harga kebutuhan bumbu dapur stabil. Pedagang sembako, Suwandi, 67, memaparkan harga bawang merah hingga Selasa masih di kisaran Rp15.000/ kg dan bawang putih Rp23.000/ kg.
Sementara kebutuhan lain juga stabil. Seperti gula jawa Rp15.000/kg. Gula pasir Rp11.000/ kg, tepung terigu Rp8.000/ kg, beras Rp225.000/ 25 kg. Justru ada komoditas yang turun yakni kacang tanah. "Sebelumnya Rp23.000 sekarang jadi Rp22.000. Penyebabnya petani mulai panen sehingga stok banyak," ujar Suwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Persib Bandung hanya butuh satu poin lawan Persijap untuk kunci gelar BRI Super League 2026 di tengah tekanan Borneo FC.
Aston Villa juara Liga Europa setelah kalahkan Freiburg 3-0. Bek berdarah Indonesia, Ian Maatsen, turut merayakan gelar juara bersama skuad asuhan Unai Emery.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.