PILKADA 2015 : Danais untuk Pilkada Dinilai Sultan Tak Masuk Akal

Arief Junianto
Arief Junianto Jum'at, 25 September 2015 02:20 WIB
PILKADA 2015 : Danais untuk Pilkada Dinilai Sultan Tak Masuk Akal

Man and Euro coins --- Image by Guntmar Fritz/zefa/Corbis 1 Adults Blazer Budgeting Business and commerce Businessmen Businesspeople Close-up view Clothing Coin Costume, clothing, and fashion Cropped European currency European Union European Union currency Euros Finance Fingers Hands International organization Investing Jacket Males Men Money Occupations and work Outerwear People Personal finance Pile Prosperity Saving money Stack Stacking Wealth Whites

Pilkada 2015, kemungkinan danais digunakan untuk pilkada kecil.

Harianjogja.com, BANTUL-Dugaan penyalahgunaan dana keistimewaan (Danais) untuk kepentingan kampanye Pilkada 2015 di Bantul dibantah oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Saat ditemui usai menjalankan shalat Idul Adha di Masjid Agung Manunggal Bantul, Rabu (24/9/2015) pagi, ia menegaskan penggunaan Danais untuk kepentingan kampanye itu sejauh ini hanya isapan jempol belaka.

Menurut dia, penggunaan Danais diawasi ketat, baik oleh pemerintah DIY maupun pemerintah di masing-masing kabupaten. Itulah sebabnya, sangat kecil kemungkinan dana itu diselewengkan oleh pihak penerima untuk kepentingan dukungan kepada salah satu pasangan calon (paslon).

Selain itu, ngarsa dalem juga menegaskan tongkat pengawasan utama dana itu terletak di tangan pemerintah kabupaten. Dengan begitu, sudah seharusnya jika pemerintah kabupaten (pemkab) Bantul segera mengambil tindakan jika menemukan kasus tersebut.

"Asal benar-benar bisa membuktikan. Bukan cuma sekadar isu saja. Lagipula, saya juga malas mengomentari sesuatu yang cuma dugaan dan isu saja," tegasnya, Kamis (24/9/2015)

Akan tetapi, ia tetap berkeras, kemungkinan dugaan penyelewengan itu sangat kecil benar-benar terjadi. Ditegaskannya, selama tak bisa dibuktikan, maka dugaan itu pun tak bisa disikapi sebagai sebuah kasus.

"Lagipula, [dugaan penyelewengan] itu pun menurut saya yak masuk akal. Mau ditindak bagaimana," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis