PERTANIAN BANTUL : Panen Bawang Tak Maksimal, Cabai Terserang Hama Ulat
Pedagang mengayak cabai rawit di Pasar Legi, Rabu (5/8/2015). Harga cabai rawit di pasaran kembali melambung karena minimnya stok di pasaran. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Pertanian Bantul untuk tanaman cabai sempat terhambat lantaran serangan hama ulat.
Harianjogja.com, BANTUL-Lebih dari 160 hektar tanaman cabai di kawasan Desa Parangtritis terserang hama ulat. Akibatnya, panen petik tanaman yang berada di area Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis itu terancam tak maksimal. Bahkan, sekitar 6 hektar di antaranya kini telah puso.
Ketua Gapoktan Parangtritis Kadiso mengakui, tahun ini adalah tahun terburuk sepanjang sejarah pertanian di kawasan pesisir selatan. Tak terkecuali juga di kawasan Parangtritis. Paska-tak maksimalnya panen bawang merah beberapa pekan lalu, kini petani di wilayahnya kembali terancam tak bisa menikmati hasil panen cabai besar hijau dengan maksimal.
Saat dihubungi, Kamis (24/9/2015), dirinya mengaku, serangan ulat itu sudah mulai tampak setelah tanaman bawang merah dipanennya. Sistem tumpang gilir yang diterapkan petani menyebabkan hama ulat yang sebelumnya menyerang akar tanaman bawang merah itu berpindah habitat ke tanaman cabai.
Ketika Harianjogja.com mendatangi lokasi lahan tepatnya milik Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Mulyo, Dusun Sono, Desa Parangtritis, hampir semua tanaman cabai terlihat rusak. Sekitar 30-40% daun di masing-masing tanaman cabai itu tampak berlubang dan mengering. Bahkan di beberapa petak lahan, tanaman cabai sudah terlihat meranggas. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh petani akan mengakibatkan panen petik kali ini menjadi menurun.
Selama terserang ulat yang ia sebut dengan istilah ulat grayak itu, beberapa petani diakuinya sudah melakukan panen petik. Hanya saja, lantaran masih dilakukan secara terpisah-pisah, ia belum bisa memastikan berapa hasil produksinya. “Tapi kalau kondisinya seperti ini, saya yakin, hasil panennya pasti drop,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share