PERTANIAN BANTUL : Tidak Ada Kompensasi ke Petani Bawang
Ilustrasi bawang merah (Juli Nugroho/JIBI/Bisnis)
Pertanian Bantul, pemerintah tidak akan memberi ganti rugi kepada para petani pesisir tersebut, sebab kejadian itu bukan dikategorikan bencana
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memastikan tidak ada kompensasi untuk ratusan petani bawang merah di pesisir selatan Bantul yang menderita kerugian hingga miliar rupiah akibat serangan hama.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Partogi Dame Pakpahan menyatakan, pemerintah tidak akan memberi ganti rugi kepada para petani pesisir tersebut, sebab kejadian itu bukan dikategorikan bencana.
"Itu kan hanya serangan hama, bukan bencana. Tidak ada kompensasi," kata Parto Dame Pakpahan, Sabtu (26/9/2015).
Kompensasi bisa diberikan bila serangan hama itu bersifat wabah dan menyebar ke berbagai lahan pertanian lainnya, tidak hanya di pesisir selatan. Pemerintah sejauh ini hanya membantu mengidentifikasi penyebab kerusakan bawang merah dengan memeriksakan sampel bawang ke laboratorium.
Selain itu, petani diminta menerapkan pola tanam secara berselang seling untuk menjaga kualitas tanah sehingga tanaman dapat tahan terhadap hama.
"Itu kenapa kami minta jangan hanya menanam bawang tapi juga tanaman lain seperti palawija di musim kemarau seperti ini. Ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan," katanya.
Partogi meyakini penyebab serangan hama bawang merah karena suhu terlalu dingin pada malam hari selama kemarau panjang tahun ini. Suhu yang dingin disertai tingginya kecepatan angin yang membawa kandungan garam dari laut, menyebabkan tanaman bawang rentan rusak serta gagal berbuah.
Solusi lainnya kata Partogi dengan mengembangkan budi daya bawang merah di daerah lain di luar pesisir, terutama untuk mempertahankan pasokan bawang dari Bantul.
"Seperti di daerah Nawangan 1 dan II [Kecamatan Imogiri] dikembangkan bawang untuk mengimbangi yang pesisir. Kalau di pesisir memang rentan karena dekat dengan laut," katanya.
Sejauh ini, pemerintah hanya memberi bantuan ke petani bawang merah yang mengalami kerugian akibat bencana banjir pada awal tahun lalu. Saat itu tercatat 225 hektare lahan bawang merah terendam banjir. Bantuan yang diberikan berupa bibit bawang merah, obat dan pupuk.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kadiso mengatakan, petani di desanya rugi hingga Rp20 miliar karena lebih dari 100 hektare tanaman bawang merah rusak dan gagal berbuah.
"Kerugian ini lebih besar dibanding kerugian akibat banjir pada musim tanam sebelumnya," ujar Kadiso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share