73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Infrastruktur Kulonprogo ditata dengan melakukan pembongkaran trotoar.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Meski sebagian trotoar di kawasan Kota Wates masih layak pakai, namun hampir semua ruang pejalan kaki ini dibongkar. Anggaran perbaikan kawasan pedestrian ini mencapai Rp1,5 miliar.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Zahram Asurawan mengatakan, perbaikan trotoar tersebut merupakan bagian dari penataan Kota Wates. Ada beberapa titik trotoar yang diperbaiki dan dibongkar untuk diganti dengan andesit.
“Trotoar ini dibangun sejak tahun 2001, jadi sebagian besar trotoar memang sudah rusak, kira-kira kerusakannya mencapai 80 persen. Trotoar kami bongkar semua, sebagian akan diganti dengan batuan andesit produksi Kulonprogo,” ujar Zahram, Jumat (2/10/2015).
Zahram memaparkan, material trotoar yang lama akan diganti dengan batu alam yakni andesit. Upaya tersebut dilakukan untuk mengangkat potensi produk tambang batu alam dari Kulonprogo. Meski demikian, Zahram menandaskan, penggantian material trotoar dengan andesit tidak mutlak dilakukan. Pasalnya, hal itu juga menyesuaikan dengan ketersediaan andesit yang ada.
Sejumlah trotoar yang akan diperbaiki yakni berada di ruas Jalan Sutijab, kawasan Bank BPD, Jalan Moh. Dawan, Jalan KH Dahlan dan ruas Jalan Mandung di wilayah Pengasih. Zahram mengungkapkan, anggaran perbaikan trotoar tersebut mendapai Rp1,5 miliar. Adapun total trotoar yang diperbaiki sejauh dua kilometer. Sedangkan, lebar trotoar yang diperbaiki cukup variatif. Beberapa trotoar diantaranya memiliki lebar yang lebih sempit.
“Perbaikan ini disesuaikan dengan kebutuhan jalan. Jadi tidak semua trotoar lebarnya sama. Tujuannya, jika nanti ada pelebaran jalan, masih ada ruang cukup yang disisakan,” jelas Zahram.
Pengerjaan perbaikan trotoar tersebut sudah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Ditargetkan pengerjaan kawasan pedestrian ini selesai tiga bulan ke depan. Perbaikan kawasan pejalan kaki ini disambut baik warga, baik yang memanfaatkan trotoar di kawasan tersebut, maupun warga yang tinggal di sekitarnya.
Salah satunya, Anita, 26, warga Wates mengaku senang dengan perbaikan trotoar tersebut. Menurut dia, beberapa trotoar yang rusak terkadang membahayakan pejalan kaki, karena tidak jarang banyak yang tersandung pecahan lantai trotoar.
“Tetapi sayang sekali, beberapa trotoar ada yang masih bagus, tapi juga ikut dibongkar. Selain itu, saya harap bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai ruang bagi para pejalan kaki dan bukan untuk berdagang PKL,” papar Anita
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.
Pimpinan DPR berkomitmen menuntaskan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026. Dasco hingga Saan siap mundur jika target gagal.