Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengunjung mengamati peranti pertunjukan tradisional di Ruang Keempat Museum Radya Pustaka (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Agenda Jogja yang akan datang yakni Festival Museum yang akan diikuti 33 museum di DIY dan enam museum luar DIY
Harianjogja.com, SLEMAN-Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke museum, Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama Badan Musyarawah Museum (Baramus) DIY akan menyelenggarakan festival museum mulai 14-19 Oktober mendatang. Selain 33 museum di DIY, festival juga akan diikuti enam museum dari luar DIY.
Festival tersebut akan dibuka dengan karnaval museum di sepanjang Jl. Malioboro pada 14 Oktober. Dilanjutkan pameran museum di Benteng Vredeburg tanggal 15-19 Oktober.
Wakil Ketua Baramus DIY, Mayor Sus Ayi Supriyadi, mengakui jumlah wisatawan dari luar DIY yang berkunjung ke museum di DIY tahun ini menurun. Sebaliknya, jumlah kunjungan wisatawan asal DIY justru meningkat. Hal ini dikarenakan ada wajib kunjung museum (WKM) bagi pelajar.
“Supaya WKM merata ke semua museum maka diadakan acara ini," kata Ayi saat menggelar jumpa pers di RM. Bebek Tepi Sawah, Ngaglik, Rabu (7/10/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.