CANON PHOTOMARATHON : Ribuan Peserta Berebut Trip Foto Klinik ke Jepang

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 12 Oktober 2015 08:20 WIB
CANON PHOTOMARATHON : Ribuan Peserta Berebut Trip Foto Klinik ke Jepang

JIBI/Bisnis/Alby Albahi CANON PHOTOMARATHON Peserta memotret model saat ajang Canon Photomarathon Indonesia VI di Senayan, Jakarta, Sabtu (25/10). Lomba foto yang diikuti oleh sekitar 2000 fotografer itu diseleksi oleh dewan juri dan memperebutkan hadiah hunting foto ke Lombok dan Jepang.

Canon Photomarathon kembali digelar.

Harianjogja.com, JOGJA- Canon menggelar Canon Photomarathon Indonesia (CPI) 2015 di di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (11/10/2015). Ajang bergengsi tersebut merupakan kegiatan kelima kalinya yang digelar di Jogja.

Ribuan peserta berlomba untuk memenangkan hadiah senilai ratusan juta rupiah dengan hadiah utama perjalanan klinik foto ke Jepang. Antusias peserta baik umum maupun pelajar mengikuti CPI setiap tahun terus meningkat. Tahun lalu, peserta CPI di DIY mencapai 1800 orang dari sebanyak 4.148 peserta. Sementara, tahun ini ditargetkan 4.500 peserta dari DIY menyumbang 2000 orang?.

"Sebanyak 300 peserta berstatus sebagai pelajar," ujar Direktur Divisi Canon, PT. Datascrip Merry Harun di sela-sela kegiatan.

Dia menjelaskan, pelaksanaan CPI tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi foto. Namun juga berperan sebagai wadah silaturahmi para penggemar fotografi dari berbagai daerah dan menjadi sarana rekreasi sambil berkreasi bagi keluarga. Hadiah yang diperebutkan peserta mulai kamera hingga trip foto klinik ke Jepang.

"Sejak awal, dengan ajang ini kami tidak menargetkan penjualan Canon meningkat. Ini terbukti, peserta boleh membawa camera selain Canon. Kalau untuk aksesoris, kemungkinan ada peningkatan penjualan,” ujar Merry.

Selain di Jogja, CPI 2015 juga akan digelar di Bali pada 18 Oktober dan Jakarta 24 Oktober. Selain Indonesia, CPI 2015 juga digelar di tingkat Asia yang melibatkan sebanyak di 10 negara lainnya. Kompetisi bergengsi tersebut tidak dibatasi hanya untuk pengguna kamera Canon. Tetapi, terbuka bagi seluruh pengguna kamera digital merek apapun, baik DSLR, mirorrless ataupun kamera saku. Kreativitas menjadi tantangan utama untuk mendapatkan karya terbaik dengan tema dan batas waktu yang sudah ditentukan panitia.

Selain pengalaman lomba, para peserta pun akan mendapatkan ilmu foto yang berharga pada sesi seminar fotografi yang menjadi bagian dari rangkaian acara CPI. Salah satunya, mendatangkan fotografer profesional kelas dunia, Justin Mott. “Justin Mott juga merupakan fotografer profesional yang tampil di tayangan reality show kompetisi foto paling bergengsi se-Asia, Photo Face-Off,” jelas Merry.

Sementara, Image Communication Product Division Manager Sintra Wong mengakui jika penjualan kamera Canon tahun ini mengalami penurunan sekitar 30%. Hal itu lebih disebabkan kondisi ekonomi yang terjadi secara global dan rendahnya daya beli masyarakat.

“Kami masih belum bisa memprediksi kondisi penjualan hingga akhir tahun. Itu tergantung dari stabilitas rupiah karena pengaruh kenaikan dolar cukup berpengaruh. Kami hanya bisa menurunkan margin keuntungan atau menaikkan harga antara lima hingga 10% tergantung produknya,” tutur Sintra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online