Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pilkada Sleman menghadapi konflik PAW salah satu calon wakil bupati, Sri Musilmatun
Harianjogja.com, SLEMAN-Keputusan DPC PDIP Sleman untuk tidak memproses Surat Rekomendasi PAW Sri Muslimatun ditanggapi santai oleh Tim Sukses Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Santun). Meski demikian tim telah mempersiapkan langkah hukum jika sampai Santun gagal maju Pilkada 2015.
"Oh kami [Santun] tidak masalah [DPC PDIP Sleman tidak memproses SK Muslimatun]. Kami sudah siapkan langkah hukum terkait implikasi yang akan muncul," kata Sadar, Senin (12/10/2015).
Hal senada ditegaskan oleh Zaki Sierrad selaku Divisi Hukum Tim Santun. Menurutnya tim telah memperhitungkan kapan Tim santun akan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan bahkan sampai kepolisian jika memang calonnya gagal maju pilkada. Upaya ini dilakukan untuk melindungi dasar hak warga negara yang siapapun berhak maju mencalonkan diri sebagai bupati-wakil bupati.
Ia juga menyoroti bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan adanya calon tunggal tidak dapat diterapkan di Sleman. Keputusan itu hanya untuk daerah yang hanya memiliki satu pasang calon. "Keputusan MK tidak berlaku surut," tegas Zaki.
Tim menyadari sampai saat ini belum ada progres yang baik terkait surat PAW Sri Muslimatun. Masyarakat Sleman sudah dipandang gamang dengan kondisi pilkada di Sleman yang semakin tidak ada kejelasan.
Oleh karena itu tim meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sleman, DPRD Sleman, dan juga Bupati Sleman untuk menyikapi kondisi tersebut.
Sementara itu, Komisioner KPU Sleman Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan Masyarakat Indah Sri Wulandari menyampaikan, tugas KPU hanya sebatas penyelenggara tahapan pilkada. Terkait adanya indikasi penggagalan calon yang akan maju, bukan menjadi kewenangan KPU.
"Kami bekerja sesuai regulasi yg ada. Kami nunggu surat dari DPRD Sleman tentang usulan PAW muslimatun. Kalau pemberhentian [Muslimatun] itu urusan parpol," kata Indah usai menerima rombongan tim Santun di ruang KPU Sleman.
Hingga kini KPU Sleman juga belum menerima penjelasan dari KPU Pusat maupun KPU DIY jika pencalonan Muslimatun gagal dan dinyatakan tidak memenuhi syarat secara aturan. Komunikasi di antara mereka akan terus dilakukan untuk memperjelas ketentuan MK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.