73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Kemiskinan Kulonprogo diatasi dengan membantu perbaikan rumah tak layak huni.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Mengurangi rumah tidak layak huni, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menggelontorkan bantuan senilai Rp10 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk 709 kepala keluarga di sembilan desa yang ada di Kecamatan Panjatan.
Program tersebut diberikan sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk memberikan hunian yang layak bagi warga tidak mampu. Penyerahan surat keputusan atas bantuan itu dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PUPR Retno Puji Astuti di Balai Desa Cerme, Panjatan, Jumat (16/10/2015).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Sukoco mengatakan, kelayakan rumah sebagai tempat tinggal menjadi indikator angka kemiskinan dan kondisi perekonomian suatu daerah. Sukoco mengungkapkan, dilihat dari indikator tersebut, sebanyak 21,3% dari jumlah penduduk Kulonprogo masih hidup dalam kemiskinan.
“Kami [pemkab] telah mengupayakan gerakan Bedah Rumah untuk mengurangi angka RTLH di Kulonprogo,” ujar Sukoco.
Sukoco mengungkapkan, dana untuk mendukung gerakan bedah rumah dihimpun dari berbagai sumber dan non APBD. Di antaranya berasal dari Bazda, dana persembahan dari umat kristiani, CSR perusahan, BUMN, BUMD hingga perbankan.
Tidak hanya menggiatkan gerakan Bedah Rumah yang dilakukan setiap hari Minggu. Pemkab Kulonprogo juga telah membangun rumah susun untuk menyediakan hunian bagi warga berpenghasilan rendah. Salah satunya, rusunawa yang sudah berdiri di wilayah Tambak, Desa Triharjo, Wates. Bahkan, saat ini tengah mengembangkan lagi rusunawa baru di Giripeni.
“Kami berharap, BSPS tersebut dapat menjadi perangsang untuk mewujudkan hunian layak bagi warga masyarakat,” jelas Sukoco.
Kasi Perumahan Dinas PU Kulonprogo Slamet menambahkan, jumlah penerima bantuan tersebut sebanyak 709 kepala keluarga. Penerima bantuan tersebar di Desa Depok, Desa Garongan, Desa Cerme, Desa Tayuban, Desa Bugel, Desa Kanoman, Desa Gotakan dan Desa Krembangan.
Slamet menuturkan, sebanyak 70 kepala keluarga di antaranya mendapatkan bantuan senilai Rp10 juta per KK untuk rehab sedang. Sedangkan, 639 KK di antaranya, mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta per KK untuk perbaikan rumah yang sudah rusak berat.
“Jumlah rumah tidak layak huni yang diajukan pemkab untuk diberikan bantuan ada 1.003 KK. Namun, oleh pemerintah pusat hanya disetujui 709 KK,” jelas Slamet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Igor Tolic meminta Persib Bandung tampil tanpa celah saat menghadapi Manila Digger pada play-off ACL II, Senin (31/8).
Damkar Gunungkidul mencatat 49 karhutla sepanjang Mei-Agustus 2026. Luas lahan terdampak ditaksir mencapai 49,5 hektare.
Banggar DPR menyoroti belanja APBN 2027 Rp4.097,2 triliun agar berdampak pada pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan ekonomi.
Chelsea menang 2-0 atas Luton Town di putaran kedua Carabao Cup 2026/27 dan melaju ke putaran ketiga.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengecek langsung progres pengaspalan jalan di ruas Jalan Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Selasa (25/8/2026).