Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Anggota komunitas Solo Cenary Mania (SCM) menggelar pameran burung kicauan jenis Kenari di arena Solo Car Free Day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2015). Pameran tersebut digelar untuk mengenalkan lebih dalam burung kenari kepada warga Solo. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Lomba burung berkicau digelar di Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Walikota Jogja Haryadi Suyuti meminta pelepasan balon dalam seremonial diganti dengan pelepasan burung. Permintaan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Kendati demikian, ia tidak menampik banyak instansi dan lembaga swasta yang belum mengetahui hal tersebut sehingga pada praktiknya pelepasan balon masih dilakukan dalam seremonial.
“Seperti tadi pagi, ada event yang masih melepaskan balon, mungkin karena belum tahu, saya harap di kemudian hari tidak ada pelepasan balon lagi,” ujarnya saat ditemui pada lomba burung berkicau Walikota Cup di halaman Balaikota Jogja, Minggu (18/10/2015).
Diungkapkannya, imbauan ini bukan berarti ingin mematikan usaha pedagang balon melainkan menempatkan hal sesuai dengan fungsinya. Ia menuturkan, balon tetap digunakan pada event tertentu, misal ulang tahun.
Menurutnya, pelestarian burung perlu dilestarikan bukan hanya untuk penyeimbang lingkungan, melainkan sebagai bentuk klangenan. Dari sisi ekonomis, kata dia, burung juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transaksi jual beli penggemar hewan tersebut.
Haryadi mencontohkan, kegiatan lomba burung berkicau yang diadakan dapat menjadi ajang silaturahmi dan mendukung perkembangan burung di masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Jogja Suyana menuturkan dalam pelepasan burung untuk seremonial tidak dianjurkan menggunakan burung merpati.
“Merpati tidak bisa survive di alam bebas, jadi lebih baik burung-burung kecil biasa selain merpati,” kata Suyana.
Sekretaris Panitia Lomba Burung Berkicau Nugroho menyebutkan peserta lomba mencapai lebih dari 150 orang yang mendafatarkan burung-burung miliknya.
Dijabarkannya, kegiatan yang baru pertama kali digelar Pemkot ini dibagi dalam tiga kategori, yakni Kelas Walikota dengan tiket Rp100.000, Kelas Pamong Praja harga tiket Rp80.000 dan Kelas Rakyat harga tiket Rp50.000.
“Hadiah yang diperebutkan di tiap kelas pun bervariasi, misalnya untuk Kelas Walikota, juara I Rp 1,2 juta berikut tropi setinggi satu mete dan Kelas Pamong Praja Rp 900.000, dan Kelas Rakyat Rp 600.000,” ucapnya.
Burung yang dilombakan, kata dia, meliputi, kenari, kacer, pleci, murai batu, love bird, dan sebagainya.
Terkait mekanisme lomba, Nugroho memberlakukan sistem non teriak. Artinya, tidak boleh ada suara sama sekali dari pemilik burung. “Pemilik yang bersuara akan kena teguran,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.