PERTANIAN BANTUL : Muara Opak Tersumbat, Ratusan Hektar Lahan Terendam Air

Arief Junianto
Arief Junianto Selasa, 20 Oktober 2015 07:20 WIB
PERTANIAN BANTUL : Muara Opak Tersumbat, Ratusan Hektar Lahan Terendam Air

Petani Srigading terpaksa memanen tanamannya lebih awal lantaran lahannya terendam air, Senin (19/10/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

Pertanian Bantul di pesisir selatan alami genangan air.

Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Desa Tirtohargo, Supriyanto mengatakan tersumbatnya mulut muara Sungai Opak dam menggenangi daratan hingga area lahan pertanian merupakan aktivitas alam yang rutin terjadi setiap musim kemarau.

Pasalnya, setiap musim kemarau, angin darat memang bertiup lebih kencang dari biasanya. Inilah yang kemudian menyebabkan arus pasang dari laut jauh lebih tinggi dari biasanya.

“Kali ini musimnya memang ombak kerap lebih tinggi. Sehingga air laut pun bisa lebih banyak meluap ke daratan,” terangnya.

Kendati begitu, hingga kini pihaknya belum melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah kabupaten (Pemkab) Bantul. Pasalnya, ia menilai penangangan sumbatan itu tak bisa dilakukan begitu saja, melainkan harus melalui kajian teknis dari para ahli terlebih dahulu.

Sejauh ini, beberapa warga yang memiliki lahan pertanian di sekitar muara sudah berupaya untuk membongkar sumbatan tersebut. Akan tetapi, upaya itu masih terus gagal lantaran belum adanya perhitungan yang jelas terkait dengan pasang surut arus laut.

Sebelumnya, ratusan hektar lahan pertanian di pesisir selatan terendam banjir akibat tersumbatnya mulut muara Sungai Opak. Akibatnya,petani pun terpaksa melakukan panen dini. Dengan begini, kerugian ratusan juta rupiah sontak mengancam para petani yang lahannya terendam tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online