PILKADA BANTUL : Perangkat Desa Diduga Tak Netral Diperiksa

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Minggu, 01 November 2015 20:20 WIB
PILKADA BANTUL : Perangkat Desa Diduga Tak Netral Diperiksa

Pilkada Bantul kembali diwarnai dugaan aparat yang tidak netral

Harianjogja.com, BANTUL- Seorang perangkat desa di Srandakan Bantul diduga tidak netral lantaran sering hadir di acara kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat menutup kasus ini.

Anggota Panwascam Srandakan Surono mengungkapkan, seorang aparat desa yang bekerja di Pemerintah Desa Poncosari terpantau tiga kali hadir di acara berbau politik terkait pemenangan salah satu pasangan calon Pilkada.

"Pertama hadir di Dusun Jopaten dan Sambeng [Pncosari] lalu di Desa Trimurti Srandakan. Di acara itu ada pentas wayang yang dihadiri salah satu paslon ada juga acara kampanye penyampaian visi misi yang dihadiri paslon," papar Surono akhir pekan lalu.

Panwascam telah memintai keterangan oknum perangkat desa itu. Oknum tersebut kata Surono mengklaim hadir di acara berbau politik karena diajak oleh seorang mantan Kepala Desa Poncosari yang kini menjadi tim sukses salah satu paslon peserta Pilkada.

Kendati hadir di acara bermuatan politik, namun Surono mengklaim perangkat desa itu tidak menyampaikan pernyataan atau ajakan ke warga agar memilih calon tersebut. "Dia hanya datang, diam dan mendengarkan," lanjutnya.

Lantaran tidak ada ajakan memilih yang dilakukan oleh oknum itu, Panwascam akhirnya memutuskan menutup kasus ini. Perangkat desa tersebut menurutnya telah berjanji tidak akan hadir lagi di acara-acara berbau politis dan akan bersikap netral.

Kepala Desa Poncosari, Srandakan, Bantul Supriyanto mengklaim tidak tahu menahu anak buahnya terlibat kasus netralitas. Ia berjanji akan mencari tahu masalah ini. "Karena saya baru pulang pelatihan, tidak ke kantor beberapa hari jadi tidak tahu ada kejadian seperti ini. Besok akan saya tanyakan," kata Supriyanto.

Kasus dugaan tidak netralnya perangkat desa sebelumnya kerap menjadi temuan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul. Para perangkat desa itu ada yang terduga simpatisan paslon Sri Suryawidati-Misbakhul Munir maupun paslon Suharsono-Abdul Halim Muslih.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis