Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Layanan kesehatan diharapkan dapat memperbaiki kualitas.
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan diminta menyediakan layanan informasi terpadu semua rumah sakit di DIY untuk memudahkan masyarakat mengakses rumah sakit. Saat ini masih banyak warga yang harus antri di rumah sakit padahal jumlah rumah sakit sudah melebihi kapasitas.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY dari Fraksi Keadilan Sejahtera (PKS), Huda Tri Yudiana mengatakan Dinas Kesehatan harus bisa mencontoh sistem layanan hotel dan dan pesawat yang bisa diakses setiap saat sampai pada ketersediaan kamar dan kursi.
Huda mengungkapkan pihaknya mendapat banyak aduan masyarakat yang harus antri di rumah sakit. Belum lagi sistem rujukan yang tidak jelas sehingga warga harus bolak-balik mencari rumah sakit.
"Harusnya layanan rumah sakit jangan mau kalah dengan layanan hotel dan pesawat." kata Huda, Kamis (5/11/2015).
Menurut Huda, jumlah rumah sakit milik pemerintah dan swasta di DIY sudah melebihi cukup, bahkan jumlah bed (tempat tidur) bisa sampai angka jumlah penduduk. Namun faktanya, kata dia, masih terjadi antrian di rumah sakit.
Seharusnya, dia meminta, semua rumah sakit berikut ketersediaan bed, ambulans, dan dokter spesialis mudah diakses masyarakat. "Jangan sampai merepotkan orang sakit." ujarnya.
Politikus dari daerah pemilihan Sleman ini menambahkan Pemda DIY berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk melengkapi ketersediaan alat medis dan sumber daya manusia di tiap rumah sakit milik pemerintah daerah, agar warga yang ada di pelosok Gunungkidul dan Kulonprogo tidak harus dirujuk ke Kota Jogja.
"Memang biaya alat kesehatan mahal, tapi untuk kepentingan kesehatan masyarakat harus diupayakan. Karena ini urusannya jiwa manusia yang harus dilindungi sesuai amanat Undang-undang." tegas Huda.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan DIY, Arida Oetami mengatakan pihaknya sudah berupaya membuat sistem informasi terpadu semua rumah sakit di DIY sejak setahun terakhir ini.
Hanya, ia mengakui masih banyak rumah sakit yang belum meng-update informasi tiap saat. ?Menurutnya, dari 74 rumah sakit yang selalu memperbaharui informasi ketersediaan bad dan dokter di masing-masing rumah sakit belum sampai satu persen. "Belum semua rumah sakit menyediakan petugas yang selalu mengupdate data ke sistem informasi terpadu Dinas Kesehatan." katanya melalui sambungan telepon, kemarin.
Arida menambahkan, tahun ini layanan rumah sakit juga akan dilengkapi dengan layanan call center dan ambulan khusus yang setiap saat dapat membantu masyarakat setiap saat.
Pantauan Harianjogja.com, di website milik Dinas Kesehatan DIY, hanya rumah sakit umum daerah (RSUD) Wates yang selalu update. Rumah sakit di Kulonprogo ini bahkan sudah tidak hanya menginformasikan ketersediaan bad, namun juga memberikan informasi rujukan rumah sakit dari RSUD Wates?.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan kepesertaan pekerja informal mencapai 20% pada 2026 melalui strategi 3R dan penguatan literasi jaminan sosial.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 29 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Tujuh tim dance terbaik siap bertarung di Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di Prambanan, Jogja, 30 Agustus.