Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pilkada Sleman memasang baliho kampanye di pertigaan Pakem, namun salah satu baliho tertutup rambu-rambu lalu lintas
Harianjogja.com, SLEMAN-Papan petunjuk lalu lintas milik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman yang terpasang di pertigaan Pakem terpaksa diturunkan, Rabu (4/11/2015).
Dishubkominfo terpaksa mengalah karena pemasangannya menghalangi baliho pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Santun).
Papan bertuliskan petunjuk arah ke objek wisata di daerah Kaliurang tersebut baru dipasang sekitar dua minggu. Pemasangannya ternyata menutupi gambar calon Sri Purnomo, yang tepat membelah bagian wajahnya ke bawah.
Kepala Bidang (kabid) Lalu Lintas Dishubkominfo Sleman, Sulton Fatoni, menjelaskan sebelum baliho milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman tersebut dipasang, Dishubkominfo telah lebih dulu memasang pondasi yang akan digunakan untuk meletakkan tiang petunjuk.
"Masih nunggu kering. Begitu [pondasi] kering malah sudah keduluan sama [pemasangan] baliho," jelasnya, Kamis (5/11/2015).
Karena sudah terikat kontrak, pihak ketiga tetap memasang papan petunjuk tersebut tanpa mempertimbangkan baliho paslon yang ada di belakangnya. "Kemarin [Rabu] kita lepas. Saya tak ngalahi, nanti sesudah pemilu kita pasang lagi," tutur Sulton.
Ia menegaskan, kejadian gambar paslon terbelah tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Ia juga menampik anggapan PNS Dishubkominfo tidak netral karena pemasangan papan petunjuk yang merugikan paslon Santun.
Penurunan papan petunjuk semata dilakukan untuk menjaga suasana Pilkada Sleman mengingat ada pihak tertentu yang merasa dirugikan.
Seperti dikatakan Sri Purnomo sebelumnya. Usai mendapat laporan dari salah satu anggota tim suksesnya tentang papan yang membelah wajahnya itu, pihaknya ingin tahu apakah hal itu sengaja dilakukan untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa pencalonannya gagal.
"Makanya saya bilang kok hebat sekali yang masang itu bisa mbelah wajah saya. Apa ikut termakan isu kalau saya enggak bisa maju. Masalahnya waktu itu bersamaan dengan kabar calon tunggal," ungkap pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Sleman periode 2010-2015 ini. Sri Purnomo sendiri mendapat informasi baliho tersebut sekitar seminggu yang lalu.
Pihaknya juga mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Dishubkominfo. "Katanya [Dishubkominfo] tidak akan mindah karena itu resmi," ungkap Sri Purnomo.
Pihaknya tidak habis pikir, alat peraga kampanye (APK) resmi milik negara justru diperlakukan tidak semestinya. Apalagi pengadaan APK baliho hanya ada lima titik di seluruh Kabupaten Sleman. Jika APK yang ada tidak dimanfaatkan maksimal sebagai media sosialisasi hal tersebut dapat mempengaruhi partisipasi pemilih dalam Pilkada Sleman nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.