PEMKAB SLEMAN : Warga Takut Ada Tragedi Crane Kedua

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Sabtu, 07 November 2015 02:20 WIB
PEMKAB SLEMAN : Warga Takut Ada Tragedi Crane Kedua

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Alat berat jenis tower crane dengan latar belakang matahari terbenam terlihat di wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (7/10). Pertumbuhan pembangunan hotel serta mall setahun terakhir di wilayah Kabupaten Sleman meningkat seiring moratorium pembatasan pendirian hotel di kota Jogja sejak Januari 2014.

Pemkab Sleman diminta memperhitungkan pembangunan apartemen dan hotel.

Harianjogja.com, SLEMAN-Pembangunan beberapa gedung bertingkat di Kabupaten Sleman memunculkan rasa takut pada warga. Mereka takut kejatuhan crane yang dioperasikan dalam proyek-proyek tersebut termasuk juga kehilangan air karena sumur-sumur mereka terserap oleh adanya pembangunan itu.

"Jangan sampai ada kejadian Mekah kedua di Sleman. Melindungi rakyat atas rasa aman itu tugas negara yang dalam hal ini adalah tugas Pemkab Sleman," kata Koordinator Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DIY, Frans Tugimin, usai menggelar audiensi bersama Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, dan beberapa pejabat SKPD, Jumat (6/11/2015).

Proyek seperti pembangunan apartemen dan hotel yang tersebar di daerah Jalan Kaliurang dan Jalan Magelang tersebut sudah menimbulkan dampak negatif. Berdasarkan keluhan masyarakat, efek jangka pendek yang telah dirasakan adalah sumber mata air yang turun dan rasa takut warga jika kejatuhan crane.

Bahkan hujan semen yang dirasakan warga di sekitaran proyek juga menambah daftar keluhan mereka. Atas kondisi ini pun PRB menanyakan apakah pembangunannya sesuai proses formal atau tidak, seperti perizinannya di dinas terkait.

Menurutnya, Pemkab Sleman harus bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat. Terutama melalui keterbukaan perizinan. "Karena pengawasan itu harus dimulai sejak awal dan sebelum pembangunan," tuturnya. Ia mengklaim masyarakat belum bisa mengaksesnya sementara keterbukaan informasi penting untuk ikut mengawasi pembangunan yang sedang berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online