BANDARA KULONPROGO : WTT Siapkan 500 Warga untuk Mujahadah

Selasa, 10 November 2015 12:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : WTT Siapkan 500 Warga untuk Mujahadah

Bandara Kulonprogo untuk warga yang keberatan kembali melakukan aksi.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga penolak pembangunan bandara yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) akan tetap melakukan upaya penolakan. Adapun rencana sosialisasi pengadaan tanah akan dilakukan di sejumlah tempat di lima desa terdampak pembangunan.

Ketua WTT Martono mengungkapkan, sedikitnya 500 warga akan dikerahkan di Balaidesa Glagah untuk melakukan aksi mujahadah guna menghadapi sosialisasi tersebut. Bahkan, pihaknya siap untuk menghadang pematokan lahan.

“Kami persilahkan pematokan dilakukan di tanah yang bukan milik warga penolak. Tapi kami akan tetap menghadang dan mengikuti prose situ, agar tidak terjadi kecolongan, tanah warga penolak dipatok,” tegas Martono.

Martono mengungkapkan, jumlah sertifikat tanah milik warga yang menolak pembangunan bandara telah mencapai 300 lembar. Kurang lebih ada 250 kepala keluarga yang berada di lokasi terdampak langsung pembangunan, dan 150 kepala keluarga di antaranya berada di lokasi yang tidak terdampak langsung.

“Jadi bukan 45 sertifikat dari warga yang menolak. Tapi ada 300 sertifikat warga penolak. Kami yakin akan semakin banyak warga yang menolak, jika harga [ganti rugi] tidak sesuai,” jelas Martono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online