BENCANA ALAM SLEMAN : Dalam Dua pekan, 13 Rumah Tertimpa Pohon

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Senin, 23 November 2015 10:20 WIB
BENCANA ALAM SLEMAN : Dalam Dua pekan, 13 Rumah Tertimpa Pohon

Aktivis Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) dan warga bergotongroyong menyingkirkan pohon yang patah di kawasan Pedaringan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (16/2/2015) malam. Hujan dan angin kencang Solo melanda kawasan tersebut dan menyebabkan banyak pohon patah. Aliran listrik pun padam sehingga kawasan itu gelap gulita. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Bencana alam di Sleman dalam waktu dua pekan, pohon tumbang menimpa 13 rumah

Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki musim hujan, angin kencang sudah terjadi di beberapa titik. Angin kencang yang biasa terjadi menjelang sore hari tercatat sudah menumbangkan pepohonan dan rumah penduduk.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, dalam dua pekan terakhir angin kencang telah menumbangkan 45 pohon, menimpa 13 rumah dan satu kandang ternak.

"Terus tetap waspada dan siap siaga karena potensi angin kencang, petir, banjir & longsor masih ada," kata Kepala BPBD Sleman, Juli Setiono Dwiwasito, Minggu (22/11). Warga harus bergotong royong melakukan pemangkasan pohon, pengurangan ketinggian, pembersihan serta pemeliharaan saluran air bersih.

Angin kencang terjadi hampir merata di semua daerah, baik Sleman bagian timur maupun barat. Pantauan BPBD Sleman dua pekan kemarin sejak 5-21 November, angin kencang terjadi di Ngaglik, Pakem, Minggir, Mlati, Godean, Sleman dan Moyudan.

Angin kencang juga tidak hanya merusak rumah dan bangunan lainnya. Angin kencang yang terjadi di kawasan Kalasan Sabtu (21/11/2015) lalu juga mengakibatkan sambungan listrik milik PLN mati hingga malam hari.

Seperti yang terjadi di Dusun Sambiroto, Desa Purwomartani, tiga pohon berukuran besar dan tinggi terangkat dari akar-akarnya karena tertiup angin kencang sekitar pukul 14.00 WIB. Pohon mahoni, nangka dan melinjo yang berada di satu lahan roboh ke arah utara dan menimpa tiang listrik di dekatnya.

"Kabel ke utara, selatan dan timur putus. Kalau yang ke barat tidak apa-apa tapi juga lalu mati sambungannya," kata warga Sambiroto, Samin, 65, saat ditemui wartawan di sela-sela membersihkan potongan-potongan kayu.

Angin kencang yang melanda wilayahnya terjadi sekitar 30 menit tanpa disertai hujan deras. Selain menumbangkan pohon, angin kencang juga merontokkan genting-genting milik warga. Pihak kepolisian kemudian datang untuk membantu membersihkan batang-batang kayu yang berserakan. Sementara petugas PLN juga melakukan perbaikan hingga pukul 20.30 WIB.

Mengingat masih banyak pohon sengon milik warga yang tinggi menjulang, Samin mengimbau agar pemilik pohon menebang pohon-pohon yang tinggi menjulang agar tidak menimpa rumah warga saat terjadi angin kencang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online