Top Ten News Harianjogja.com Edisi Selasa 6 Oktober 2026
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca DIY pada Minggu (24/5/2026) menunjukkan sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi mengalami berawan dan hujan ringan. Masyarakat tetap harus melakukan antisipasi terkait kemungkinan terjadinya perubahan cuaca.
Potensi hujan di sejumlah wilayah DIY membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta menyiapkan perlengkapan pelindung seperti payung maupun jas hujan. Selain itu, peningkatan aktivitas awan hujan di kawasan perkotaan dan wilayah utara DIY juga diperkirakan dapat memicu perubahan cuaca secara cepat dalam durasi singkat.
Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, seluruh wilayah kabupaten dan kota di DIY memiliki peluang hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas warga, terutama pada sore hingga malam hari ketika intensitas awan hujan meningkat.
Masyarakat yang masih berada di luar ruangan saat hujan turun diimbau segera mencari tempat aman apabila terdengar suara petir. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun dekat tiang listrik guna meminimalkan risiko sambaran petir dan pohon tumbang ketika cuaca memburuk.
Prakiraan Cuaca DIY Minggu (24/5/2026)
Kulon Progo
Kondisi: Berawan
Suhu udara: 22–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 66–97 persen
Bantul
Kondisi: Berawan
Suhu udara: 22–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 65–98 persen
Gunungkidul
Kondisi: Berawan
Suhu udara: 22–30 derajat Celsius
Kelembapan udara: 66–97 persen
Sleman
Kondisi: Hujan ringan
Suhu udara: 22–30 derajat Celsius
Kelembapan udara: 72–98 persen
Kota Yogyakarta
Kondisi: Hujan ringan
Suhu udara: 23–31 derajat Celsius
Kelembapan udara: 70–98 persen
Perbedaan kondisi cuaca antarwilayah di DIY menunjukkan adanya potensi hujan lokal yang dipengaruhi dinamika atmosfer. Wilayah utara dan area perkotaan diperkirakan memiliki peluang hujan lebih tinggi dibanding beberapa kawasan lain yang hanya mengalami hujan ringan dalam periode tertentu.
Selain hujan, peningkatan kelembapan udara dan kondisi udara kabur juga diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah setelah hujan turun, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi jarak pandang pengendara di jalan raya.
Menghadapi cuaca yang cenderung berubah cepat, masyarakat disarankan rutin memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, maupun kanal media sosial terverifikasi guna mengantisipasi potensi gangguan aktivitas harian dan perjalanan di luar ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Data kependudukan yang akurat tidak hanya dibutuhkan untuk administrasi, tetapi menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah.
As roda belakang Omoda 5 terlepas di Malaysia dan viral. Chery Indonesia menunggu hasil investigasi Chery Malaysia terkait penyebabnya.
Veda Ega Pratama berada di peringkat 8 klasemen Moto3 2026 dengan 105 poin. Ia hanya tertinggal dari Hakim Danish jelang Mandalika.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.