JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Kursi di ruang tunggu pasien di Puskesmas Banguntapan II, Bantul bertumbangan setelah diamuk oleh puluhan warga, Senin (19/10/2015) pagi. (Harian Jogja/Bhekti Suryani)
Penyerangan Puskesmas terjadi di Puskesmas Kasihan I Bantul
Harianjogja.com, BANTUL-Puskesmas Kasihan I Bantul menerima sasaran amuk warga.
Puskesmas yang berada di kawasan Dusun Ngentak Desa Bangunjiwo itu dinilai tak berpihak kepada kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Kemarahan warga memuncak, Jumat (27/11/2015), saat pihak puskesmas dinilai tak kooperatif, terutama ketika warga membutuhkan bantuan mobil ambulans untuk mengantarkan salah satu pasien yang tengah kritis.
Akibatnya, puluhan warga yang marah mendatangi Puskesmas Banguntapan II. Tak hanya berteriak-teriak, beberapa di antaranya bahkan ada yang sengaja menendang dua unit mobil ambulans yang terparkir di garasi puskesmas.
Dwi Nurhadi, salah satu warga Dusun Ngentak RT 06, Desa Bangunjiwo, mengatakan kemarahan warga itu berawal ketika pihak puskesmas tak segera mengambil tindakan cepat untuk mengantarkan tetangganya yang kritis akibat penyakit kanker akut. Padahal, pihaknya sudah sempat menunggu lebih dari 1,5 jam lamanya.
Awalnya, ia sempat menerima kesediaan dari pihak puskesmas untuk menjemput serta mengantarkan pasien tersebut ke RSUP dr.Sarjito. Akan tetapi, setelah menunggu hingga 1,5 jam, pihak puskesmas tak juga datang menjemput pasien.
“Pasien sudah kritis. Akhirnya, kami kembali ke Puskesmas dan menanyakan kenapa lama sekali,” kisahnya saat ditemui di halaman puskesmas, Jumat (27/11/2015) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.