Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Saparan bekakak di Gunung Gamping yang digelar Jumat (17/11/2015) menampilkan sepasang pengantin
Harianjogja.com, SLEMAN -Saparan Bekakak kembali menarik perhatian warga, Jumat (27/11/2015). Tidak hanya karena ogoh-ogoh yang ikut tampil menghibur tetapi utamanya karena ada sepasang pengantin yang diarak menuju Gunung Gamping.
Sepasang laki-laki dan perempuan itu duduk bersila di dalam tandu pengantin. Mereka duduk berdampingan mengenakan pakaian adat Jawa Basahan yang dikelilingi dekorasi janur kuning pada bagian luar tandu.
Empat laki-laki berseragam merah mengangkat tandu dan berjalan berirama dari Lapangan Ambarketawang menuju Gunung Gamping yang jauhnya sekitar 5 km. Selama perjalanan, dua pengantin itu diiringi ratusan bregodo dan tiga ogoh-ogoh.
Namun pengantin itu diarak hanya untuk disembelih karena mereka bukanlah manusia melainkan bekakak yang terbuat dari tepung beras.
"Bekakak pengantin merupakan pengejawantahan dua pasang abdi dalem yang kejugrugan [kejatuhan] di Gunung Gamping," kata panitia Saparan Bekakak, Suharyanto.
Menurut sejarah, sebelum Sultan Hamengku Buwono (HB) 1 masuk Keraton Jogja, sultan sempat singgah di Ambarketawang. Pada saat itu ada dua abdi dalem terkasihnya yang merupakan sepasang suami istri tengah menggali Gunung Gamping. Secara tiba-tiba keduanya kejatuhan bebatuan gamping dan meninggal dunia.
"Atas pemikiran HB 1 maka diadakan sesaji. Dibuatkan bekakak dari tepung beras mirip suami istri," jelasnya.
Bekakak itu untuk mengelabuhi agar tidak terjadi korban selanjutnya.
Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, kedua bekakak disembelih pada bagian leher ketika sampai di Gunung Gamping. Juruh atau cairan gula jawa yang keluar dari bekakak itu menyimbolkan darah yang keluar dari sepasang abdi dalem.
Camat Gamping, Priyo Handoyo, menambahkan selain mengenang tokoh di Ambarketawang, Saparan Bekakak juga sebagai wujud syukur masyarakat atas rahmat kehidupan. Bagi dia, Saparan Bekakak perlu dilestarikan. Tidak hanya untuk pelestarian budaya tetapi juga sebagai ajang kerukunan dan silaturahmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.