HARI AIDS : PSK Pantai Samas-Pandansimo Jadi Sasaran Sosialisasi, Penderita HIV/AIDS dari Kalangan Umum

Arief Junianto
Arief Junianto Selasa, 01 Desember 2015 11:55 WIB
HARI AIDS : PSK Pantai Samas-Pandansimo Jadi Sasaran Sosialisasi, Penderita HIV/AIDS dari Kalangan Umum

About 2880 candles are seen lit during a World AIDS Day event in Jakarta December 1, 2009. REUTERS/Dadang Tri

Hari AIDS di Bantul, data menunjukkan penderita AIDS adalah warga dari kalangan umum

Harianjogja.com, BANTUL-Angka persebaran HIV/AIDS di Bantul relatif stabil selama 3 tahun terakhir. Sejauh ini, wilayah Pantai Samas-Pandansimo memang sudah ditetapkan sebagai daerah konsentrasi persebaran HIV/AIDS di Bantul.

Kepala Puskesmas Sanden Anastasia Endar Widyaningsih mengakui, sejak 2013, jumlah pengidap HIV/AIDS di Bantul memang cenderung menurun. Penurunan karenahttp://www.solopos.com/2015/11/30/hari-aids-10-orang-di-gunungkidul-meninggal-karena-hiv-aids-665737" target="_blank"> meninggal dunia. “Di tahun 2015 ini, hanya tinggal 1 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, satu-satunya pengidap HIV/AIDS yang masih ada di kawasan Pantai Samas-Pandansimo itu memiliki jenis kelamin laki-laki dengan usia 40-50an tahun. Ia menyebutkan pengidap HIV/AIDS tersebut ternyata berasal dari kalangan masyarakat umum.

Menurut Endar, hal ini jelas membantah stigma masyarakat terkait dengan kawasan Pantai Samas-Pandansimo. Selama ini masyarakat menganggap banyaknya pekerja seks di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan angka persebaran pengidap HIV/AIDS.

Diakuinya, sampai sejauh ini, dari total 25 orang pekerja seks yang terdata di kawasan tersebut, memang belum terindikasi infeksi HIV/AIDS.  Pasalnya, selama ini, pihaknya memang melakukan penyuluhan terhadap para pekerja seks itu secara rutin. “Tahun ini, kami melakukannya hanya sekali saja,” ucapnya.

Ia mengaku, dalam melakukan penyuluhan, kendala satu-satunya yang ia alami adalah sulitnya mengumpulkan para pekerja seks tersebut. Selama ini, saat melakukan penyuluhan, ia hanya mengandalkan peran dari kepala dukuh setempat saja.

“Bahkan sampai sekarang, saya juga tidak tahu identitas satu per satu pekerja seks itu,” katanya.

Penekanan angka persebaran HIV/AIDS di Bantul, diakui oleh salah seorang aktivis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bantul Endah Wahyu Ratnaningsih lantaran sudah banyaknya layanan pemeriksaan test HIV di beberapa puskesmas.

Ia mengatakan setidaknya ada 5 puskesmas yang kini sudah memiliki fasilitas Voluntary Conseling and Test (VCT), yakni Puskesmas Kretek, Puskesmas Srandakan, Puskesmas Kasihan II, Puskesmas Imogiri I, dan Puskesmas Sedayu. “Selain itu ada ada juga di RSUD Panembahan Senopati dan RS Harjoloekito,” imbuh Endah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis