SEKATEN JOGJA : Tiga Hari Lagi Dibuka, Masih ada 30 Stan Kosong

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 01 Desember 2015 12:20 WIB
SEKATEN JOGJA : Tiga Hari Lagi Dibuka, Masih ada 30 Stan Kosong

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Harto,80, memasang hiasan pada endog abang yang ia jajakan di halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Minggu (28/12/2014). Endog abang adalah salah satu jajanan khas di saat perayaan Sekaten, tradisi ini terus lestari meskipun para penujualnya sebagian besar telah berusia lanjut. Penjual endog abang biasanya juga menjual sekar ganten yang terdiri dari daun sirih, injet (kapur), tembakau, dan bunga kantil yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut.

Sekaten Jogja akan dibuka tiga hari lagi, dan masih ada 30 stan yang kosong

Harianjogja.com, JOGJA- Jelang pembukaan http://www.solopos.com/2015/11/20/sekaten-jogja-pasar-malam-sekaten-hanya-21-hari-dibuka-awal-desember-662818" target="_blank">Pasar Malam Pasar Sekaten (PMPS) masih tersisa beberapa stan yang belum terisi.

Hingga 3 hari jelang pembukaan PMPS nanti masih ada 30 stan tersisa yang belum terisi. “Bagi yang masih mau mendaftar untuk http://www.solopos.com/2015/11/27/sekaten-jogja-kuliner-berisiko-limbah-dilarang-buka-stan-di-pmps-665181" target="_blank">penyewaan stan bisa langsung datang ke kantor,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkoptan Kota Jogja, Sri Harnani, Senin (30/11/2015).

Dinsperindagkoptan Kota Jogja menyediakan 843 stand yang tersebar di seluruh lapangan alun-alun utara (altar). Berbeda dari tahun sebelumnya, para pedagang yang ingin memiliki stan tahun ini tidak dikenakan biaya alias gratis.

Sudarmono, Kasie Pemasaran Bidang Perdagangan Disperindagkoptan Kota Jogja mengungkapkan beberapa stan yang masih belum ada pemiliknya itu berada di pojok timur altar.

“Jumat [27/11/2015] lalu ada yang datang ke sini namun merasa kurang strategis posisinya jadi untuk sementara batal,” ungkap Sudarmono.

Beberapa pedagang yang datang, ada yang bersedia mengambil stan yang tersisa meski mengetahui posisinya. “Kemarin Jumat [27/11/2015] stan yang diambil ada 5 unit,” jelas pria berkacamata ini.

Stan yang disediakan oleh Disperindagkoptan sendiri terbagi menjadi 3 bagian yaitu zona A,B, dan C. Untuk stan yang tersisa berada di zona C.

Untuk mengajukan kepemilikan stan, pedagang yang datang harus menyertakan KTP untuk surat izinnya. Pedagang yang ingin memiliki stan tidak harus datang sendiri tapi juga bisa diwakilkan.

Disperindagkoptan sendiri tidak membatasi jumlah surat kuasa yang boleh dibawa oleh tiap pedagang. Umumnya, pedagang yang datang juga membawa surat kuasa bagi pengajuan kepemilikan stan-stan lain disekitar stan mereka.

“Satu blok kan ada 8 stan, biasanya ngajuin izinnya sekalian,” jelas Sudarmono.

Meski tak ada batas jumlah, Sudarmono menyatakan bahwa tidak ada pedagang yang mengajukan izin penggunaan stand untuk lebih dari 8 stan.

PMPS akan dibuka pada Jumat (4/12/2015) mendatang di depan stan milik pemerintah Kota Jogja di ujung barat altar. Tahun ini hakikat PMPS akan dikembalikan pada tradisi dan agama sebagai identitas aslinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis