Disertasi FH UII Ungkap Timpangnya Relasi Rakyat dan DPR
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Mesum Sleman diketahui terjadi di jalan kereta api.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah titik rel kereta yang sepi dan minim pencahayaan disalahgunakan para remaja untuk memadu kasih di tengah malam. Polsek Gamping terpaksa harus mengusir muda mudi yang tengah berasyik masyuk di Rel KA kawasan Patukan, Ambarketawang, Senin (30/11/2015) malam.
Kapolsek Gamping Kompol Agus Zaenudin mengakui adanya muda mudi yang memanfaatkan rel KA Patukan sebagai tempat berduaan. Mereka sengaja memilih lokasi yang sepi dan remang-remang. Hal itu terbukti pada Senin (30/11/2015) malam, sekitar pukul 23.00 WIB tim patroli Polsek Gamping mendapati sepasang remaja seusia pelajar yang sedang berduaan di tengah rel. Pihaknya terpaksa meminta kepada mereka untuk segera pulang.
"Memang menurut informasi masyarakat kawasan itu sering dipakai untuk pacaran. Kebetulan tim patroli mendapati ada beberapa anak, kami nasehati dan suruh pulang," terangnya, Selasa (1/12/2015).
Agus menambahkan, langkah itu ditempuh demi keamanan. Karena berpacaran di tengah rel kereta api sangat membahayakan diri sendiri. Jika tak terasa dan sedang asyik bercengkerama menimbulkan kecelakaan lantaran tak segera pindah dari rel ketika kereta api akan melintas.
"Itu membahayakan diri mereka sendiri," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, sepasang muda mudi di tempat sepi berpotensi menjadi korban tindak kejahatan mulai dari perampasan hingga penganiayaan. Mengingat kondisi tengah malam hari. Karena itulah pihaknya memiliki alasan kuat untuk menertibkan muda mudi yang berpacaran di rel kereta api atau tempat sepi di malam hari.
Pihaknya akan terus menggiatkan patroli jelang dinihari untuk meminimalisasi segala bentuk aktifitas yang berpotensi menimbulkan tindak kejahatan.Tak terkecuali menertibkan geng motor yang biasanya berkumpul di titik tertentu di wilayah Gamping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.