BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Puluhan warga WTT berkumpul mendengarkan penjelasan Kepala Dusun Kretek [baju hijau] yang dinilai melakukan pengukuran tanpa menghadirkan pemilik tanah, Rabu (2/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Bandara Kulonprogo masih mendapat penolakan.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Humas Wahana Tri Tunggal (WTT) Agus Subiyanto mengakui adanya penghadangan yang sempat dilakukan warga yang menolak pengukuran lahan Bandara Kulonprogo.
Salah satunya di lokasi tanah milik Tahan Sutopo yang merupakan kakak dari Purwinto, salah satu anggota WTT.
“Pak Purwinto tadi bilang bahwa semasa hidupnya [Tahan Sutopo] tidak menginginkan tanahnya diukur untuk pembangunan bandara. Tetapi ini istrinya, malah membolehkan pengukuran, makanya kami menghadang,” jelas Agus, Rabu (2/12/2015)
Selain itu, warga penolak pembangunan bandara juga menginginkan agar pengukuran maupun pendataan dapat dilakukan sesuai mekanismenya. Di mana ahli waris atau pemilik lahan harus didatangkan, dan jangan asal memasang patok.
“Tadi pengukuran sempat dilakukan petugas tanpa didampingi pemilik lahannya. Makanya kami melakukan penghadangan,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.