Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Puluhan warga WTT berkumpul mendengarkan penjelasan Kepala Dusun Kretek [baju hijau] yang dinilai melakukan pengukuran tanpa menghadirkan pemilik tanah, Rabu (2/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Bandara Kulonprogo untuk ahli waris terdampak belum memiliki satu suara.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Letter C menjadi salah satu kendala bagi Satgas A maupun Satgas B saat melakukan pengukuran dan pendataan. Pasalnya, tidak semua ahli waris yang berhak atas kepemilikan lahan menyetujui pembangunan bandara baru.
Saat sejumlah petugas hendak melakukan pengukuran, warga penolak bandara yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan penghadangan. Persoalan itu sempat membuat ketegangan warga di lokasi lahan yang akan diukur dan didata. Berdasarkan pantauan Harian Jogja di lapangan, terjadi ketegangan di tiga titik saat petugas menjalankan tugasnya, yakni di Dusun Kragon II dan Dusun Ngringgitan Desa Palihan serta Dusun Kretek Desa Glagah, Rabu (2/12/2015).
Kepala Dusun Kretek Sigit Supriyanto mengatakan, masih cukup banyak tanah hak milik berstatus letter C. Salah satunya yang tengah dihadapi petugas di Dusun Kretek. Pengukuran dan pendataan terpaksa ditunda, paska penolakan dari keluarga ahli waris lainnya.
“Tanah tersebut masih berdasarkan letter C, sertifikat belum atas nama Tahan Sutopo selaku salah satu ahli warisnya. Namun, istri almarhum memang menyetujui [tanah] untuk diukur, tetapi pihak keluarga lain tidak memperbolehkan,” ujar Sigit.
Sigit memaparkan, tanah tersebut masih atas nama Tuno Dikromo. Sedangkan tanah yang hendak diukur merupakan bagian untuk Tahan Sutopo, salah satu ahli warisnya. Namun, warga tersebut sudah meninggal dunia dan istrinya, Sarikem, telah setuju agar tanah itu diukur. Sayangnya, salah satu ahli waris tidak bersedia diukur dan merasa istri almarhum tidak memiliki hak atas tanah itu.
Ketika ketegangan terjadi, beberapa warga sempat beranggapan Dukuh mengintimidasi warga. Hal itu dibantah Sigit, karena selama ini jika ada kesempatan bertemu warga hanya untuk kepentingan mengantarkan undangan untuk sosialisasi saja.
“Pada intinya, kami tidak memaksakan. Silahkan saja kalau memang tanahnya ingin diukur,” ungkap Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.
Hasil uji Puslitkoka menunjukkan sampel kopi Magelang meraih skor di atas 83. Produksi tahun ini sedikit menurun akibat faktor cuaca.
Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI.