JOGJA KOTA INKLUSI : 4 Kecamatan Diritis Jadi Daerah Inklusi
JIBI/Desi Suryanto Sejumlah seniman meyelesaikan pembuatan bola dunia (globe) taktual untuk tuna netra di rumah produksi Niaga Teknik di jalan Sugeng Jeroni, Yogyakarta, Kamis (26/12/2013). Bola dunia taktual bertekstur dan dilengkapi dengan indeks berhuruf braile tersebut diciptakan untuk mempermudah proses belajar mengajar bagi siswa sekolah luar biasa dan sekolah yang memiliki siswa tunanetra. Globe tersebut diciptakan dari hasil kerjasama Pusat Sumber Pendidikan Inklusif Provinsi DIY dengan Badan Infor
Jogja kota inklusi terus dikembangkan demi kenyamanan orang berkebutuhan khusus
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja merintis empat kecamatan sebagai kecamatan inklusi yang akan diluncurkan bersamaan dengan puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Kota Jogja, Minggu (6/12/2015).
"Rintisan kecamatan inklusi ini dimulai dengan pembentukan paguyuban keluarga dengan anak penyandang disabilitas," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Disosnarkertrans Jogja, Octo Noor Arafat, Rabu (3/12/2015).
Keempat kecamatan yang ditetapkan menjadi rintisan kecamatan inklusi adalah Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Wirobrajan, Kecamatan Kotagede dan Kecamatan Gondokusuman.
Menurut dia, pembentukan paguyuban keluarga tersebut penting dilakukan karena masih banyak keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas yang malu dan justru menyembunyikan anak-anaknya.
"Jika dibentuk dalam sebuah paguyuban, maka keluarga-keluarga tersebut akan semakin menguatkan dan saling mendukung," katanya.
Ia berharap, rintisan kecamatan inklusi tersebut bisa diikuti oleh 10 kecamatan lain sehingga seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta menjadi kecamatan inklusi. Pembentukan kecamatan inklusi juga menjadi upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mewujudkan Jogja sebagai Kota Inklusi.
Berdasarkan pendataan terakhir, jumlah penyandang disabilitas di Kota Jogja tercatat sebanyak 2.344 orang, penyandang disabilitas yang berusia anak-anak tercatat 334 orang dan penyandang disabilitas yang memperoleh jaminan kesehatan khusus sebanyak 1.864 orang.
Selain membentuk kecamatan inklusi, upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas yaitu membentuk Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas serta mengajukan rancangan peraturan daerah tentang disabilitas.
Rancangan peraturan daerah tentang disabilitas tersebut sudah masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Kota Yogyakarta 2016 sehingga diharapkam bisa diselesaikan tahun depan.
"Selain mengatur tentang perlindungan kepada penyandang disabilitas, perda tersebut juga mengatur pemberdayaan untuk penyandang disabilitas," katanya.
Yogyakarta, lanjut dia, juga menyusun cetak biru indikator Kota Inklusi dengan melibatkan berbagai pihak. Hingga saat ini belum ada kota atau institusi apapun yang menetapkan indikator untuk kota inklusi.
Sementara itu, Direktur Sentra Advokasi Perlindungan Difabel dan Anak (SAPDA) Nurul Saadah Andriyani mengatakan, akses untuk penyandang disabilitas tidak hanya berupa akses terhadap fisik tetapi termasuk non fisik.
"Misalnya saja terkait pelayanan kesehatan selain akses masuk ke tempat pelayanan kesehatan itu sendiri termasuk partisipasi penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan," katanya.
Sementara itu, berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan guna memperingati Hari Disabilitas Internasional di antaranya adalah membagikan stiker dan pin sebagai kampanye peduli penyandang disabilitas.
Kampanye akan dilakukan di pintu masuk kompleks Balai Kota Yogyakarta dan di sepanjang Jalan Malioboro pada Kamis (3/12) dan puncak peringatan pada Minggu (6/12) di halaman Balai Kota Yogyakarta.
"Pada tahun ini, Peringatan Hari Disabilitas Internasional akan digelar untuk tahun ke-23 dan Kota Yogyakarta baru akan menggelar peringatan untuk pertama kalinya," katanya.
Tempat wisata yang menjadi ikon Yogyakarta, Taman Pintar juga ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional yaitu memberikan tiket masuk gratis untuk penyandang disabilitas yang masih berusia anak-anak khusus pada Kamis (3/12).
"Tidak ada kuota jumlah penyandang disabilitas. Mereka pun bisa mengakses wahana di Taman Pintar secara gratis kecuali wahana tertentu yang berstatus 'sharing' dengan pihak ketiga seperti teater 4Dimensi dan Dino Adventure," kata Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Yunianto Dwi Sutono.
Ia memastikan, seluruh wahana yang ada di Taman Pintar bisa diakses oleh penyandang disabilitas termasuk wahana yang ada di lantai dua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share