BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (04/05/2015).
Mendikbud bergarap guru menerapkan proses belajar mengajar lebih sehat.
Harianjogja.com, JOGJA – Lingkungan hijau membuat proses belajar-mengajar lebih sehat. Namun pendidikan berbasis lingkungan menuntut guru lebih luwes. Pengajaran itu tidak saja diberikan melalui kurikulum dan dibutuhkan pendidikan nonkurikuler.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan meminta agar para guru di Indonesia memperhatikan pendidikan nonkurikuler. Menurutnya, jalur pendidikan nonkulinuler menjadi celah untuk bisa menanamkan pemahaman perihal bagaimana menjaga lingkungan.
"Guru-guru di Indonesia lebih banyak yang menaruh perhatian pada pendidikan intrakurikuler. Pendidikan nonkurikuler tidak memperoleh perhatian. Saat ini harus ada fokus pendidikan nonkulikuler juga," kata Anies saat mengisi dialog Konsorsium Pendidikan Hijau di Ruang Eksekutif Universitas Janabadra Jogja, Kamis (3/12/2015).
.
Anies menjelaskan pendidikan terkait lingkungan memang bisa saja lewat tiga jalur, yakni intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler. Namun, dalam penerapanya terdapat ketidakseimbangan dalam pemberian materi pendidikan dari tiga jalur itu.
"Pendidikan berbasis lingkungan mensyaratkan guru-guru yang tidak kaku, dalam konteks di mana pendidikan itu dilakukan. Kegiatan nonkurikuler perlu diperhatikan," jelas Anies.
Ia mengaku sudah menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Menurutnya, aturan tersebut bisa menjadi dasar bagi siswa di Indonesia untuk bertindak sesuai etika, termasuk etika menjaga lingkungan.
"Budaya bersih tidak muncul mendadak. Perlu diajarkan dan semua membutuhkan proses pembiasaan," jelas Anies.
Ketua Konsorsium Hijau, R. Maryatno mengatakan kegiatan ini sendiri sebenarnya ingin mengajak pelajar dan sekolah untuk sadar akan lingkungan. Termasuk pengelolaan sekolah yang sadar akan lingkungan.
“Kalau bisa sekolah-sekolah di Jogja nantinya bisa menjadi sekolah hijau. Bukan hanya melihat lingkungan hijau, namun bicara sadar lingkungan,” kata Maryatno.
Difabel
Di sisi lain, Anies mengaku saat ini pemerintah berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang baik untuk siswa difabel atau berkebutuhan khusus. Termasuk dalam fasilitas maupun kualitas pendidikan.
Anies menaruh harapan besar bagi para peserta didik dalam peringatan hari difabel internasional yang jatuh 3 Desember. Pemerintah juga telah menyediakan Sekolah Luar Biasa yang ditujukan untuk anak berkebutuhan khusus.
"Tapi juga sudah ada pengarusutamaan anak berkebutuhan khusus. Saat ini sudah ada sekolah mainstreming yang di mana anak berkebutuhan khusus dan siswa lainnya berada di dalam satu sekolah," kata Anies.
Anies mengaku berusaha meningkatkan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus. Pelayanan itu, menurutnya, terletak pada perbaikan sistem-sistem pendidikan yang kini terus berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.