BANDARA KULONPROGO : Pengukuran Tanpa Pemilik Tanah Picu Ketegangan

Jum'at, 04 Desember 2015 07:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Pengukuran Tanpa Pemilik Tanah Picu Ketegangan

Petugas pengukuran dan pematokan dikawal ketat sejumlah aparat kepolisian di Dusun Kretek, Desa Glagah, Temon, Kamis (3/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Bandara Kulonprogo untuk pengukuran memicu emosi warga.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Situasi pengukuran dan pematokan lahan lokasi calon bandara baru terus menuai reaksi dari sejumlah warga penolak pembangunan. Petugas dinilai melakukan pematokan tanpa melibatkan warga pemilik lahan.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lokasi pengukuran di Dusun Kretek, Desa Glagah, warga sesekali mendesak petugas untuk tetap menghadirkan pemilik lahan selama proses pengukuran dan pematokan dilakukan.

Menurut Eko Ngudiana, warga setempat, sudah dua hari ini pengukuran yang dilakukan petugas tidak menghadirkan warga pemilik lahan. Hal itu yang selama ini menjadi pemicu emosi warga yang tidak setuju dengan rencana pembangunan tersebut.

“Sudah dua hari, ada beberapa titik yang diukur dan dipatok tanpa pemilik lahannya. [Pemilik] tidak datang, kok, berani matok,” ujar Eko, Kamis (3/12/2015).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online