Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Petugas pengukuran dan pematokan dikawal ketat sejumlah aparat kepolisian di Dusun Kretek, Desa Glagah, Temon, Kamis (3/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Bandara Kulonprogo untuk pengukuran memicu emosi warga.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Situasi pengukuran dan pematokan lahan lokasi calon bandara baru terus menuai reaksi dari sejumlah warga penolak pembangunan. Petugas dinilai melakukan pematokan tanpa melibatkan warga pemilik lahan.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lokasi pengukuran di Dusun Kretek, Desa Glagah, warga sesekali mendesak petugas untuk tetap menghadirkan pemilik lahan selama proses pengukuran dan pematokan dilakukan.
Menurut Eko Ngudiana, warga setempat, sudah dua hari ini pengukuran yang dilakukan petugas tidak menghadirkan warga pemilik lahan. Hal itu yang selama ini menjadi pemicu emosi warga yang tidak setuju dengan rencana pembangunan tersebut.
“Sudah dua hari, ada beberapa titik yang diukur dan dipatok tanpa pemilik lahannya. [Pemilik] tidak datang, kok, berani matok,” ujar Eko, Kamis (3/12/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.
Jumhur Hidayat mengajak pemuda dan KNPI mengawal program prioritas Presiden Prabowo, termasuk gerakan pemberantasan korupsi.
ASEACCU ke-32 resmi berakhir di Ganjuran, Jogja. Thailand ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Katolik ke-33.