BANDARA KULONPROGO : Warga Tak Setuju Tidak Menghalangi Pengukuran, Hanya ...

Jum'at, 04 Desember 2015 09:23 WIB
BANDARA KULONPROGO : Warga Tak Setuju Tidak Menghalangi Pengukuran, Hanya ...

Petugas pengukuran dan pematokan dikawal ketat sejumlah aparat kepolisian di Dusun Kretek, Desa Glagah, Temon, Kamis (3/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Bandara Kulonprogo untuk pematokan dan pengukuran diharapkan sesuai prosedur.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Humas Wahana Tri Tunggal (WTT) Agus Subiyanto menambahkan persoalan status kepemilikan lahan sempat membuat warga resah. Kali ini persoalan pematokan dan pengukuran tanpa pemilik lahan kembali memicu ketegangan.

Agus memaparkan, pada intinya warga yang tidak setuju pembangunan bandara tidak berupaya menghalangi proses itu. Namun, pihaknya meminta pengukuran dapat dilakukan sesuai aturan dan prosedur yang ada.

“Kami akan terus mengawasi dan mengawal proses pengukuran ini, jangan sampai pematokan dilakukan tanpa ada pemiliknya,” jelas Agus, Kamis (3/12/2015).

Ketegangan di lokasi calon bandara baru juga sempat terjadi di Dusun Kragon II Desa Palihan. Ketua WTT Martono mengungkapkan, warga nyaris bentrok dengan aparat keamanan. Martono memaparkan, sesuai kesepakatan yang telah disetujui antara warga yang tidak setuju dan pemerintah desa identifikasi lagan tidak perlu disertai pematokan. Bahkan, akses jalan Jalur Jawa Lintas Selatan (JJLS) terganggu akibat peristiwa itu.

“Sesuai kesepakatan, aparat polisi dibatasi dan tidak usah terlalu banyak yang diturunkan. Kesepakatannya wilayah kami tidak boleh dipasang patok. Selain itu, titik batasnya ada di tanah bukan dipasang di tengah jalan. Ini melanggar kesepakatan, makanya tadi nyaris bentrok,” jelas Martono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online