PILKADA SLEMAN : Beda dengan Panwaslu, Polres Sebut Hanya 22 TPS Rawan Konflik

Sunartono
Sunartono Senin, 07 Desember 2015 10:55 WIB
PILKADA SLEMAN : Beda dengan Panwaslu, Polres Sebut Hanya 22 TPS Rawan Konflik

Warga menggunakan hak suara pada pemungutan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Dukuh, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (17/7/2014). Pemungutan suara ulang tersebut digelar karena adanya dugaan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, Rabu (9/7/2014) lalu. (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)

Pilkada Sleman disebutkan oleh Polres, terdapat 22 TPS rawan konflik

Harianjogja.com, SLEMAN- Polres Sleman menetapkan ada 22 TPS kategori rawan I dalam Pilkada Sleman, sisanya keseluruhan termasuk aman.

Pengamanan akan memakai pola, dua polisi empat linmas menjada dua TPS untuk kategori rawan I dan pola dua polisi 10 linmas menjaga lima TPS.

"Ada 22 TPS rawan 1 artinya kerawanan tak terlalu tinggi tapi menjadi prioritas, dengan pertimbangan TPS tempat Paslon dan pejabat VIP mencoblos serta merupakan daerah basis partai pendukung," terang Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen, baru-baru ini.

Polda DIY justru lebih mengerucutkan data TPS rawan menjadi lebih sedikit dengan hanya tiga TPS kategori rawan I dari total 5.594 TPS di seluruh DIY. Tiga TPS yang masuk kategori rawan versi Polda DIY itu antara lain TPS Geger dan TPS Sorotopo yang sama-sama berada di Seloharjo Pundong, Bantul dan TPS Lapas Pajangan.

Kapolda DIY Brigjen Pol Erwin Triwanto menegaskan, hingga H-3 pelaksanaan Pilkada belum ada situasi yang signifikan bergejolak di DIY. Bahkan, kata dia, beberapa masyarakat mengapresiasi pengamanan yang dilaksanakan kepolisian terutama dengan aspek preemtif.

Karena itu, tidak akan ada penambahan personel untuk pengamanan, yaitu sesuai dengan ketetapan awal sekitar 3.000 pasukan dikerahkan. "Kerawanan konflik antar kelompok, sampai saat ini belum ada gejolak, belum ada yang signifikan," kata Erwin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online