BANDARA KULONPROGO : Warga Siap Menghadang Tanpa Tindakan Anarkis

Selasa, 15 Desember 2015 06:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Warga Siap Menghadang Tanpa Tindakan Anarkis

Salah satu warga mengajukan pertanyaan dalam Sosialisasi Pengukuran dan Pematokan Lahan Lokasi Pembangunan Bandara baru di Balai Desa Glagah, Senin (23/11/2015). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)

Bandara Kulonprogo masih mengalami penolakan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ketua Wahana Tri Tunggal (WTT) Martono mengatakan warga siap menghadang tim yang nantinya memasuki lahan yang tidak dibolehkan untuk dipatok.

Sedikitnya 18 perwakilan warga yang didampingi dua perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum, juga menyatakan kesiapan apabila persoalan itu kembali dibawa ke pengadilan.

“Memang dikatakan, pengukuran hanya untuk membantu warga mendata tanaman, bangunan di atas tanah. Tetapi kami sudah menolak, jadi tidak perlu didata. Kami siap menghadang, tetapi tentu saja tidak akan melakukan tindakan anarkis,” imbuh Martono, Senin (14/12/2015).

Kabag Ops Polres Kulonprogo Kompol Dwi Prasetyo menambahkan, pengamanan akan terus disiagakan. Namun, Dwi menuturkan, aparat sudah siap apabila BPN maupun tim menginginkan metode pengamanan tertentu untuk mengamankan kelanjutan pendataan tanah.

Kendati demikian, Dwi menandaskan, upaya persuasif masih akan menjadi metode utama yang akan dilakukan pihak keamanan. Pasalnya, sasaran pengamanan tidak hanya tim pelaksana pembangunan bandara tetapi juga seluruh warga, baik yang setuju maupun tidak setuju.

“Mengatasi benturan, kami sudah melakukan penguatan keamanan. Kami sudah menyiapkan langkah preventif dan sementara personil yang ada di sini dulu. Jika diperlukan mungkin bisa dari Polda atau Brimob,” imbuh Dwi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online