KECELAKAAN LAUT : 8 Orang Terseret Ombak, 1 Orang Sempat Kritis

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 17 Desember 2015 06:20 WIB
KECELAKAAN LAUT : 8 Orang Terseret Ombak, 1 Orang Sempat Kritis

Kecelakaan laut kali ini dialami rombongan dari Magelang.

Harianjogja.com, BANTUL- Ombak pantai Parangtritis kembali memakan korban. Sekitar Pukul 14.40 WIB, delapan wisatawan dari rombongan pelajar dan guru Madrasah Ibtidayah (MI) Maarif, Tirto Grabak, Magelang Jawa Tengah mandi di pantai Parangtritis dan terseret arus. Tujuh korban selamat satu kritis.

Komandan Search and Rescue (SAR) Parangtirits Ali Sutanto mengatakan korban bermain di area berbahaya yang terdapat palung laut. Satu persatu korban terseret arus. Kejadian itu diketahui petugas SAR yang berjaga di dekat palung.

Petugas menyelamatkan satu persatu korban tenggelam. Namun karena jumlah korban cukup banyak, satu di antara mereka yaitu seorang guru bernama Suhirma, 30, tenggelam selama 30 menit baru kemudian diselamatkan.

Korban dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis karena terlalu banyak minum air. Beruntung, hingga Rabu sore nyawa korban masih dapat diselamatkan.

Sedangkan tujuh korban lainnya dirawat di Posko SAR Parangtritis karena kondisinya lebih baik. Mereka adalah lima orang siswa berusia sekitar 13 tahun. Masing-masing Fauziah, Zhihma, Novi, Nisa dan Rizal. Selain itu dua orang guru yaitu Aini, 36, dan Budi, 38.

Ali menambahkan, para korban sejatinya mandi tidak jauh dari bibir pantai saat terseret ombak. Namun karena berada di area palung, potensi tenggelam sangat riskan. Menurutnya, saat ini terpantau ada tiga palung di Parangtritis. "Pertama di depan Posko, lalu di tengah pantai serta di depan terminal atau area relokasi," lanjutnya.

Terpisah, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwanto mengatakan, potensi kecelakaan kian tinggi saat jumlah wisatawan yang datang ke pantai ini meningkat. Saat musim libur seperti Desember, jumlah wisatawan yang
berkunjung ke Parangtritis meningkat dibanding hari biasa mencapai belasan ribu orang perhari.

"Nanti puncaknya saat libur Natal dan tahun baru," jelas Rohmad Ridwanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis