PASAR TRADISIONAL JOGJA : Revitalisasi Sebesar Rp10 Miliar, Seperti Apa?

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Rabu, 16 Desember 2015 22:55 WIB
PASAR TRADISIONAL JOGJA : Revitalisasi Sebesar Rp10 Miliar, Seperti Apa?

Sejumlah anggota DPRD dari Komisi II melakukan pemantauan kondisi PAsar Kenteng di Desa Kembang, Nanggulan, Selasa (1/12/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Pasar tradisional Jogja diupayakan untuk diperbaiki.

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Jogja mengajukan kebutuhan anggaran melalui dana alokasi khusus untuk kebutuhan revitalisasi pasar sebesar Rp10 miliar pada tahun anggaran 2016.

"Usulan anggaran ke pemerintah pusat memang cukup besar, namun kami belum mengetahui apakah usulan itu disetujui atau tidak," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja Suyana, seperti dilansir dari Antara Rabu (16/12/2015).

Dana yang cukup besar tersebut rencananya digunakan untuk memperbaiki salah satu pasar tradisional yaitu Pasar Pingit yang belum tersentuh program revitalisasi pasar dari Pemerintah Kota Jogja.

Suyana mengatakan, sudah ada "detail engineering design" (DED) yang disusun Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja sebagai acuan perbaikan fisik pasar tersebut.

"DBGAD sudah memiliki perencanaan untuk revitalisasi sejumlah pasar. Perencanaan itu yang nanti akan digunakan sebagai acuan pembangunan. Rencananya, Pasar Pingit akan dilengkapi 'basement', namun akan kami sesuaikan lagi dengan waktu pembangunannya," katanya.

Jika dana yang ada masih tersisa, maka dapat digunakan untuk revitalisasi pasar lain. Suyana sudah membidik sebuah pasar tradisional yang ada di sekitar Rumah Sakit Pratama yaitu Pasar Cipto Mulyo.

"Pasarnya memang hanya kecil. Namun, jika diperbaiki akan mendukung kondisi lingkungan di sekitar rumah sakit baru milik pemerintah itu," katanya.

Pengajuan dana alokasi khusus untuk revitalisasi pasar tradisional tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat, yaitu revitalisasi 5.000 pasar tradisional dalam waktu lima tahun.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jogja sama sekali tidak menganggarkan dana untuk revitalisasi fisik pasar tradisional pada tahun anggaran 2016.

"Untuk revitalisasi fisik skala besar memang tidak dianggarkan. Namun anggaran untuk pemeliharaan atau perbaikan skala kecil tetap ada," kata Kepala DBGAD Kota Jogja Hari Setya Wacana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis