LONGSOR GUNUNGKIDUL : Rawan Bencana tapi Tak Miliki EWS

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 17 Desember 2015 10:20 WIB
LONGSOR GUNUNGKIDUL : Rawan Bencana tapi Tak Miliki EWS

Longsor di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Longsor Gunungkidul perlu mendapat perhatian lebih serius.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dilaporkan oleh Kepala Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Sunaryo, telah terjadi longsor di wilayah setempat pada Selasa (15/12/2015) sore. Dalam bencana tersebut, tebing setinggi empat meter yang berada di Dusun Sriten longsor. Akibatnya, jalan utama menuju ke lokasi Embung Batara Sriten tertutup material longsor, sampai jalan tersebut tidak bisa dilalui.

Awalnya, sambung Sunaryo, di dusun tersebut terjadi hujan deras sejak siang hari. Setelah hampir dua jam diguyur hujan, tiba-tiba tebing sepanjang 15 meter yang berada di tepi jalan utama menuju ke obyek wisata Embung Batara Sriten longsor, sampai longsoran menutupi badan jalan.

"Tapi longsoran tanah tidak mengakibatkan kerusakan pada rumah warga. Dan tadi pagi kami sudah melaksanakan kerja bakti dan sekarang sudah bisa dilalui lagi," terangnya, Rabu.

Ketika ditanyai mengenai alat Early Warning System (EWS), Sunaryo memaparkan di Desa Pilangrejo, baru tiga dusun yang sudah terpasang alat EWS, yaitu Dusun Kaligede, Danyangan dan Pilangrejoada. Padahal, Desa Pilangrejo memiliki enam dusun yang dinilai rawan longsor, yaitu Dusun Sriten [lokasi longsor pada Selasa sore], Danyangan, Kaligede, Wotgalih, Pilangrejo dan Ngangkruk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis