INFRASTRUKTUR SLEMAN : Hingga Sekarang Jalur Evakuasi di KRB II Merapi Belum Juga Diperbaiki

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 18 Desember 2015 01:20 WIB
INFRASTRUKTUR SLEMAN : Hingga Sekarang Jalur Evakuasi di KRB II Merapi Belum Juga Diperbaiki

ANCAMAN LETUSAN GUNUNG MERAPI Gunung Merapi mengeluarkan asap sulfatara yang difoto dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang berjarak sekitar 4 Km dari puncak Gunung Merapi di Kali Tengah Lor, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/8). Menurut humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho kubah lava Merapi yang saat ini terbuka diperkirakan hingga seratus tahun ke depan letusannya mengarah ke selatan dan hingga kini masih ada 986 Kepala Keluarga yang masih tinggal di KRB III yang t

Infrastruktur Sleman perlu segara diperbaiki di jalur evakuasi bila terjadi erupsi Gunung Merapi.

Harianjogja.com, SLEMAN - Warga di kawasan rawan bencana II Gunung Merapi, Desa Kepuharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap perbaikan infrastruktur setempat yang rusak terdampak erupsi 2010 atau karena tidak ada perawatan.

"Ada beberapa infrastuktur di kawasan rawan bencana (KRB) II yang rusak parah dan belum ada perbaikan, salah satunya adalah jalur evakuasi erupsi Merapi di Dusun Batur," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto, seperti dikutip dari Antara Kamis (17/12/2015).

Menurut dia, di Batur yang masuk KRB II terdapat jalur evakuasi sepanjang sekitar satu kilometer yang rusak parah dan belum ada perbaikan pascaerupsi Merapi 2010.

"Jalur evakuasi tersebut cukup vital karena ada ratusan kepala keluarga yang tinggal di Dusun Batur. Ini akan menyulitkan jika nanti tiba-tiba harus ada evakuasi warga karena peningkatan aktivitas Gunung Merapi," katanya.

Ia mengatakan, selain itu infrastruktur berupa jalan yang menghubungkan Desa Kepuharjo dengan Desa Glagaharjo sepanjang dua kilometer juga kondisinya rusak parah.

"Kami menyebut jalan tersebut dengan 'jalur pendidikan', karena jalur dari simpang empat Dusun Batur ke arah timur tersebut merupakan akses bagi anak-anak sekolah saat berangkat maupun pulang sekolah setiap harinya," katanya.

Heri mengatakan, memang selama ini ada kebijakan dari pemerintah bahwa tidak ada perbaikan maupun pembangunan infrastruktur di wilayah yang masuk daerah KRB III Gunung Merapi.

"Dusun Batur tidak masuk KRB III, tetapi KRB II. Namun kenapa infrastuktur yang rusak tidak ada perbaikan. Apalagi jalan jalur evakuasi," katanya.

Ia mengatakan, di daearah lain yang masuk KRB III selama ini ternyata sudah ada perbaikan infrastuktur, namun kenapa di Desa Kepuharjo tidak ada perbaikan.

"Seperti di kawasan Kaliurang, Pakem juga masuk KRB III tetapi ada perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur. Kemudian di Klaten, Jawa Tengah juga ada pembangunan jalan hingga ke Dusun Balerante yang juga masuk KRB III Merapi, Katanya.

Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi mengatakan pemerintah tetap akan melakukan perbaikan terhadap jalur evakuasi bencana erupsi Gunung Merapi.

"Kalau itu digunakan untuk jalur evakuasi pasti akan dilakukan perbaikan, baik itu di KRB III, KRB II apalagi KRB I. Hanya saja saat ini untuk perbaikan jalur evakuasi di Desa Kepuharjo masih ada sedikit permasalahan karena jalur evakuasi tersebut digunakan untuk jalur angkutan tambang golongan C atau truk pasir," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis