WISATA KULONPROGO : Wisata Minat Khusus di Kulonprogo, Seperti Apa?

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Senin, 21 Desember 2015 11:55 WIB
WISATA KULONPROGO : Wisata Minat Khusus di Kulonprogo, Seperti Apa?

Rumah pohon dengan ketinggian sekitar sepuluh meter, menjadi spot foto yang paling diminati pengunjung yang datang ke wisata alam Kalibiru di Kecamatan Kokap. Foto diambil belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Wisata Kulonprogo dikembangkan dengan wisata minat khusus

Harianjogja.com, KULONPROGO- Wisata Kulonprogo akan fokuskan diri pada jenis wisata minat khusus dan berbasis budaya. Kulonprogo akan ikut serta menyukseskan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pariwisata, namun banyak hal yang masih terus dibenahi.

Selain peningkatan kualitas SDM, pemerintah Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sedang menyusun paket-paket wisata berbasis wisata minat khusus.

“Wisata minat khusus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan bisa menarik wisatawan mancanegara,” ujar  Kuat Tri Utomo, Kasie Obyek dan Sarana Prasarana Pariwisata Disbudparpora pada Harian Jogja, Jumat (18/12/2015).

Hal ini berdasarkan data bahwa jumlah wisman yang berkunjung ke Kulonprogo paling banyak berada di kawasan Kali Biru, Rafting, dan Dolan Deso. Pemkab Kulonprogo juga akan mengeksplorasi lebih jauh lagi mengenai kemungkinan wisata pantai dan gua.

“Kami punya objek yang mirip seperti di Gunungkidul, hanya tinggal mengembangkannya saja,” ujar Kuat.

Pegembangan ekonomi ini diharap dapat meningkatkan masyarakat Kulonprogo, khususnya daerah utara. Kuat menguraikan jika pariwisata merupakan cara paling efisien untukmeningkatkan perekonomian warga, apalagi jika diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.

Ia juga mencontohkan perkembangan objek wisata Puncak Suroloyo di Kulonprogo. Berdasarkan data dari Disbudparpora, daerah wisata Puncak Suroloyo telah memberikan kontribusi senilai lebih dari Rp100 juta selama setahun terakhir ini.

“Naik hampir lima kali lipat, dulunya hanya Rp5 juta, semua karena efek perbaikan jalan,” ujar Kuat.

Saat ini pemkab Kulonprogo juga sedang menjalin kerjasama dengan berbagai biro perjalanan untuk merealisasikan target-targetnya. Namun, dari pihak biro perjalanan meminta agar diberi kesempatkan untuk mengolah paket wisata yang berbasis wisata budaya. “Nanti biro perjalanan akan menyiapkan culture tour dan live in,” jelas Kuat.

Ia sendiri mendukung ide pemanfaatan budaya sebagai salah satu objek wisata ini. Menurutnya, Indonesia memiliki nilai lebih pada unsur-unsur wisata budaya, wisata ziarah, dan desa wisatanya dibanding negara-negara sekitar seperti Singapura dan Thailand.  Pemkab Kulonprogo sendiri menyatakan masih menargetkan wisman dari Benua Eropa sebagai target wisman utama.

“Kita manfaatkan yang ada nilai historis dan nostalgianya seperti Belanda,” jelas Kuat.

Ia mencontohkan wisata dengan sepeda onthel yang mampu menarik perhatian wisman Eropa dan juga bernilai ekonomi tinggi. Namun, ia juga tak mengelak jika wisman asal Amerika dan Asia merupakan salah satu pasar yang memiliki prospek untuk jenis wisata yang sedang direncanakannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online