LALU LINTAS GUNUNGKIDUL : Arus Padat, Rekayasa Jalan & Tim Ganjal Ban Disiapkan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Selasa, 22 Desember 2015 00:20 WIB
LALU LINTAS GUNUNGKIDUL : Arus Padat, Rekayasa Jalan & Tim Ganjal Ban Disiapkan

Ilustrasi Espos/Ratna Puspita Dewi ARUS BALIK--Ratusan kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jl Ahmad Yani, Kartasura, Minggu (12/9/2011). Memasuki H+2 Lebaran, sejumlah jalan di Soloraya dipadati kendaraan pemudik. SOLOPOS 13 SEPT 2010 HAL 1 FOTO HL

Lalu lintas Gunungkidul bersiap hadapi liburan akhir tahun.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Bagian Operasi Polres Gunungkidul, Komisaris Polisi (Kompol) Eddy Sugiharto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah cara untuk mencegah sekaligus menanggulangi arus lalu lintas yang kacau di masa liburan kelak.

Salah satunya menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) searah untuk sejumlah ruas jalan. Meski demikian, rekayasa lalin ini akan dilakukan secara situasional, tergantung kepadatan pengunjung dan arus lalin.

Di tengah koordinasi antar lintas sektoral di Bangsal Sewoko Projo, ia mengungkapkan, jalur yang direkayasa merupakan jalur yang setiap musim liburan menjadi kawasan yang ditengarai rawan kemacetan saat terjadi peningkatan jumlah kendaraan di musim liburan. Terlebih ketika bus-bus berukuran besar mulai memasuki kawasan Gunungkidul

"Bukan hanya menyiapkan rekayasa searah, pihaknya tetap menyiapkan satuan tim ganjal ban di tanjakan Slumprit, Patuk dan tanjakan Kukup," ungkapnya, Senin (21/12/2015)

Ia berharap seluruh kendaraan, baik pribadi hingga angkutan besar bisa mematuhi semua kebijakan yang berlaku di masa liburan, agar tercipta lalu lintas yang aman, nyaman, demi keselamatan pengunjung dan warga Gunungkidul.

Sedangkan Kepala Unit Laka Polres Gunungkidul Ipda Erida Kusumah mengatakan, ia dan jajarannya telah memetakan tiga lokasi rawan terjadinya kecelakaan. Semua titik rawan kecelakaan itu berada di lintasan jalur arus Wonosari-Jogja hingga jalur Pantai Baron.

"Wilayah yang rawan kecelakaan, kebanyakan jalannya menikung tajam, jalan yang sempit, tanjakam maupun persimpangan yang belum dilengkapi dengan lampu penerangan jalan," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya musim penghujan, ia menyebut tingkat kerawanan bertambah dan meminta pengguna jalan terus menjaga kewaspadaan

"Kecelakaan bisa saja terjadi dimana saja, maka masyarakat perlu mematuhi aturan dalam berlalu lintas," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis