LIBUR AKHIR TAHUN : Ramai Pembeli, Harga Batik di Pasar Beringharjo Tidak Naik

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 25 Desember 2015 13:19 WIB
LIBUR AKHIR TAHUN : Ramai Pembeli, Harga Batik di Pasar Beringharjo Tidak Naik

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Ribuan warga masyaralat tumpah ruah memadati kios penjualan baju di pasar Beringharjo, Jogja, Minggu (12/8). Hari Minggu terakhir jelang perayaan Lebaran dimanfaatkan warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran seprti baju dan sembako, keterbatasan lahan parkir dan bermunculanya parkir liar di jalan tersebut memperburuk kemacetan di kawasan pasar tradisional tersebut. Warga yang hendak berbelanja di kawasan Malioboro sebaiknya tidak menggunakan kendaraan roda empat untuk mengur

Libur akhir tahun, penjualan batik di Pasar Bringharjo meningkat hingga 50%

Harianjogja.com, JOGJA-Memasuki libur Natal dan tahun baru, Pasar Beringharjo semakin ramai dikunjungi wisatawan. Peningkatan kunjungan ini sekaligus meningkatkan jumlah penjualan yang diprediksi mencapai 50% dari hari biasa.

Salah satu penjual batik Beringharjo Retno mengatakan peningkatan wisatawan mulai terjadi sejak Sabtu (19/12/2015) lalu. Sejak saat itu, tingkat belanja di tokonya meningkat 50% hingga 70%.

"Pendapatan hari biasa Rp3 juta. Masa libur seperti ini naik dari 50 sampai 70 persen," kata pemilik Toko Batik Suharto yang ada di los 3 Pasar Beringharjo, Rabu (23/12/2015).

Berbagai jenis pakaian batik ia jual. Mulai dari blouse anak dan dewasa, kemeja anak dan dewasa, daster, hingga setagen. Untuk penjualan setagen tetap stabil dan tidak mengalami peningkatan. Sementara permintaan terbanyak adalah untuk pakaian wanita.

Toko Bu Murti yang berlokasi di los 4 juga merasakan hal sama. Dari aneka pakaian yang disediakan, pakaian wanita seperti blouse dan daster paling banyak dicari. "Di sini kami jual mulai Rp32.500 sampai Rp150.000 [per potong]," kata karyawan Toko Bu Murti, Eko Jayi.

Ia memperkirakan peningkatan penjualan mencapai 50% dari biasanya. Hal itu terlihat dari banyaknya pembeli yang antre mendapat pelayanan di toko tersebut. "Sebenarnya bukan karena Natal dan tahun barunya tapi karena libur sekolahnya jadi banyak yang membeli," kata Eko.

Selama masa liburan ini tidak ada kenaikan harga untuk pakaian batik yang dijual karena hingga saat ini para produsen yang menyuplai barang ke Toko Bu Murti juga belum meningkatkan harga. Para produsen batik tersebut berasal dari lokal Jogja, Solo dan Pekalongan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online