WISATA BANTUL : Ribuan Orang Berlibur di Bantul, Serbu Pantai dan Desa Wisata
JIBI/Desi Suryanto Wisatawan bermain dan berenang saat berkunjung ke Pantai Parangtris, Bantul, DI. Yogyakarta, Minggu (11/08/2013). Pada libur lebaran 2013 ini sedikitnya 50.000 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis dan sekitarnya. Musim ubur-ubur membuat sedikitnya 500 wisatawan dalam tiga hari terakhir tersengat ubur-ubur di pantai itu.
Harianjogja.com, BANTUL- Ribuan wisatawan menyerbu berbagai objek wisata di Kabupaten Bantul pada libur Natal tahun ini.
Objek wisata pantai masih menjadi favorit wisatawan saat berkunjung ke Bantul. Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwanto mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan terjadi pada Jumat (25/12/2015) bertepatan dengan perayaan Natal.
Hingga Pukul 14.00 WIB, tercatat lebih dari 10.000 Wisatawan mengunjungi pantai Parangtritis dan Depok Bantul. Kebanyakan wisatawan berasal dari luar DIY bila melihat plat kendaraan yang mereka gunakan. "Ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta komplit," ungkap Rohmad Ridwanto, Jumat (25/12/2015/2015).
Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dibanding hari biasa. Pada hari biasa, rata-rata jumlah wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis tidak sampai 5.000 orang. Kendati terjadi peningkatakan, kunjungan kali ini belum mencapai puncak. "Puncaknya nanti saat malam tahun baru," ujarnya.
Ditambahkannya, kendati terjadi lonjakan wisatawan, arus kendaraan menuju Parangtritis dan Depok tetap lancar tidak terjadi kemacetan. "Memang padat, tapi tetap jalan lancar tidak sampai macet," lanjutnya.
Sebanyak tujuh hingga delapan orang petugas penarik retribusi masuk objek wisata ditempatkan di TPR Parangtritis. Sedangkan aparat kepolisian dari Polsek Kretek dan Polres Bantul membantu mengamankan lalu lintas kendaraan.
Selain objek wisata pantai, wisatawan juga menuju desa wisata kerajinan. Di Krebet, Pajangan yang merupakan sentra kerajinan batik kayu, lonjakan wisatawan mulai terlihat.
Riyadi, pengusaha batik kayu di Krebet mengatakan, dalam sehari pembeli yang datang ke showroom miliknya mencapai hingga ratusan orang. "Sebenarnya sudah terasa sejak seminggu terakhir. Tapi nanti saat tutup tahun biasanya meningkat," ungkap Riyadi.
Para perajin batik kayu telah mempersiapkan kebutuhan bahan baku produk untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung saat libur Natal dan tahun baru. "Sejauh ini bahan baku tidak kekurangan, karena kami sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share