LIBURAN DI JOGJA : Omzet Pedagang di Malioboro Meningkat 50%

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Sabtu, 26 Desember 2015 14:21 WIB
LIBURAN DI JOGJA : Omzet Pedagang di Malioboro Meningkat 50%

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah becak melaju di jalur cepat jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (02/11/2014). Becak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dilarang melintas di jalur cepat, denda Rp100 ribu atau kurungan 15 hari menjadi sanksi atas pelanggaran tersebut. Namun, hingga saat ini masih banyak pengemudi becak tidak mengindahkan larangan tersebut.

Liburan di Jogja ramai wisatawan sehingga omzet pedagang meningkat

Harianjogja.com, JOGJA- Omzet pedagang kaki lima di kawasan wisata belanja Malioboro, Kota Jogja pada libur Natal 2015 mengalami peningkatan 50 persen dibanding hari-hari biasa.

Pedagang aneka kemeja dan kaus batik, Totok (45) di Jogja, Jumat (25/12/2015), mengatakan, pihaknya sudah mengalami peningkatan omzet sejak Kamis (24/12/10`5). Saat ini penjualannya sudah mencapai 150 potong hingga pukul 12.00 WIB.

"Meningkat signifikan mencapai 50 persen dibanding hari biasa yang rata-rata terjual 50-70 potong," kata Totok.

Menurut dia, omzet penjualan pakaian batik anak-anak hingga dewasa yang dijual mulai Rp15.000-Rp45.000 per potong itu masih akan mengalami lonjakan hingga puncak Tahun Baru 2016.

Dengan tingginya tingkat penjualan barang dagangannya, ia mengaku menambah jam berdagang hingga pukul 24.00 WIB.

"Kalau biasanya sampai pukul 22.00 WIB sudah tutup, mengingat ramainya pengunjung bisa kami tambah hingga jam dua belas malam," kata dia, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, penjual aneka kaus dengan sablon bertema Jogja, Yoni mengatakan mengingat tingginya penjualan dirinya menambah stok kaus hingga 4 kodi.

Ia mengatakan, pada libur Natal kaus dagangannya mampu terjual hingga 3 kodi atau 60 potong kaus. Sementara pada hari-hari biasa penjualan rata-rata mencapai 1 kodi kaus.

Selain para pedagang kaki lima, para pengemudi andong atau kereta kuda khas Yogyakarta, juga turut menikmati keuntungan dari ramainya kunjungan wisatawan di kawasan Malioboro.

Pengemudi kereta kuda, Margiono (63) mengatakan sejak hari pertama libur panjang pada Kamis (24/12/2015) dirinya mampu mendapatkan lima rombongan penumpang yang ingin berkeliling pusat Kota Yogyakarta.

"Hari biasa paling satu atau dua rombongan sudah bagus. Sekarang bisa empat sampai lima rombongan," kata Margiono yang meningkatkan tarif dari biasanya Rp100.000 sekali putaran, menjadi Rp150.000 hingga Rp300.000.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis