Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Salah satu titik paving yang ambles di gedung parkir Abu Bakar Ali. Meski tak terlalu dalam, badan bus yang tinggi dilhawatirkan oleng dan menyenggol tiang bila terperosok ke lubang yang ada. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Penataan parkir Jogja Abu Bakar Ali belum dapat berfungsi maksimal.
Harianjogja.com, JOGJA-Penataan parkir Jogja Abu Bakar Ali masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Lahan yang semakin terbatas dan jalan yang bergelombang dinilai menjadi tantangan yang cukup merepotkan mengakibatkan ruang gerak bus terbatas. Akibatnya pendapatan parkir menyusut 30%.
Gara-gara itu, Ketua Komunitas Abu Bakar Ali (Komaba) , Edy Susanto memperkirakan mereka mengalami penyusutan keuntungan hingga 30% ketimbang sebelum adanya gedung parkir. Dari jumlah bus masuk di masa liburan misalnya, dulu sebanyak 80 bus bisa keluar masuk dalam sehari. Sekarang jumlahnya tak sampai separuh, berkisar antara 20-40 bus per hari.
Kendala lainnya, paving di lantai satu gedung parkir yang baru seminggu beroperasi itu rupanya sudah mulai ambles. Lokasi amblesnya paving itu terjadi nyaris di sekitar tiang penyangga. Di beberapa titik kedalaman mencapai sekitar 15cm. Tak terlalu dalam namun bila bus berbadan tinggi terperosok ke dalamnya dikhawatirkan badan yang oleng akan membentur tiang penyangga dan mengakibatkan kerusakan pada badan bus serta konstruksi gedung.
“Ini nanti akan jadi bahan evaluasi karena sekarang kan masih masa ujicoba,” kata Edy.
Beberapa kendala ini sebenarnya sudah diperkirakan sebelum gedung parkir beroperasi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Energi dan Sumberdaya Mineral (PUP-ESDM) Rani Sjamsinarsi mengatakan saat ini gedung parkir baru ini masih dalam masa evaluasi baik terhadap kondisi bangunan maupun operasional gedung parkir.
Untuk bangunan misalnya Rani mencatat beberapa kekurangan lain seperti sistem drainase di lantai tiga yang belum sempurna. Sementara dalam ujicoba awal, mereka mencatat kapasitas ideal bus yang bisa ditampung gedung ini hanya sekitar 20 bus. Lebih dari itu diperlukan berbagai catatan khusus agar pengguna tempat parkir ini bersirkulasi dengan baik.
“Momen akhir tahun kami coba sebagai ajang ujicoba sebagai bahan evaluasi, berapa jumlah bus, apakah manuvernya mencukupi dan tidak membahayakan untuk lantai satu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.