PENATAAN PARKIR JOGJA : Pendapatan Abu Bakar Ali Turun 30%

Selasa, 29 Desember 2015 08:55 WIB
PENATAAN PARKIR JOGJA : Pendapatan Abu Bakar Ali Turun 30%

Salah satu titik paving yang ambles di gedung parkir Abu Bakar Ali. Meski tak terlalu dalam, badan bus yang tinggi dilhawatirkan oleng dan menyenggol tiang bila terperosok ke lubang yang ada. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)

Penataan parkir Jogja Abu Bakar Ali belum dapat berfungsi maksimal.

Harianjogja.com, JOGJA-Penataan parkir Jogja Abu Bakar Ali masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Lahan yang semakin terbatas dan jalan yang bergelombang dinilai menjadi tantangan yang cukup merepotkan mengakibatkan ruang gerak bus terbatas. Akibatnya pendapatan parkir menyusut 30%.

Gara-gara itu, Ketua Komunitas Abu Bakar Ali (Komaba) , Edy Susanto memperkirakan mereka mengalami penyusutan keuntungan hingga 30% ketimbang sebelum adanya gedung parkir. Dari jumlah bus masuk di masa liburan misalnya, dulu sebanyak 80 bus bisa keluar masuk dalam sehari. Sekarang jumlahnya tak sampai separuh, berkisar antara 20-40 bus per hari.

Kendala lainnya, paving di lantai satu gedung parkir yang baru seminggu beroperasi itu rupanya sudah mulai ambles. Lokasi amblesnya paving itu terjadi nyaris di sekitar tiang penyangga. Di beberapa titik kedalaman mencapai sekitar 15cm. Tak terlalu dalam namun bila bus berbadan tinggi terperosok ke dalamnya dikhawatirkan badan yang oleng akan membentur tiang penyangga dan mengakibatkan kerusakan pada badan bus serta konstruksi gedung.

“Ini nanti akan jadi bahan evaluasi karena sekarang kan masih masa ujicoba,” kata Edy.

Beberapa kendala ini sebenarnya sudah diperkirakan sebelum gedung parkir beroperasi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Energi dan Sumberdaya Mineral (PUP-ESDM) Rani Sjamsinarsi mengatakan saat ini gedung parkir baru ini masih dalam masa evaluasi baik terhadap kondisi bangunan maupun operasional gedung parkir.

Untuk bangunan misalnya Rani mencatat beberapa kekurangan lain seperti sistem drainase di lantai tiga yang belum sempurna. Sementara dalam ujicoba awal, mereka mencatat kapasitas ideal bus yang bisa ditampung gedung ini hanya sekitar 20 bus. Lebih dari itu diperlukan berbagai catatan khusus agar pengguna tempat parkir ini bersirkulasi dengan baik.

“Momen akhir tahun kami coba sebagai ajang ujicoba sebagai bahan evaluasi, berapa jumlah bus, apakah manuvernya mencukupi dan tidak membahayakan untuk lantai satu,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online