Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Ilustrasi lahan transmigrasi (JIBI/Antara/Dok.)
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah proyek transmigrasi gagal lokasi karena ketidaksiapan infrastruktur daerah tujuan.
Target pemberangkatan transmigrasi oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo tak terpenuhi. Hal ini karena pemerintah pusat menilai daerah tersebut tidak siap untuk ditempati karena tidak mampu menyelesaikan proyeknya.
“Beberapa daerah gagal lokasi, belum siap,” ujar Suryantoro, Kepala Sie Penempatan dan Perlindungan Bidang Transmigrasi Dinsosnakertrans di kantornya, Wates pada Senin (28/12/2015).
Adapun daerah tujuan yang gagal lokasi tersebut antara lain di provinsi Riau, Sulawesi Tenggara, Aceh, Gorontalo, dan Bengkulu. Daerah tersebut dikategorikan sebagai gagal lokasi karena masih ketidaksiapan daerah secara fisik maupun proyek pembangunan infrastruktur yang belum selesai 100%. “Ada yang gagal dan ada yang belum selesai,” jelas Suryantoro.
Dua daerah yang gagal sama sekali adalah UPT Makeruh, Kecamatan Ripat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dan UPT Kindadal, Kecamatan Hiang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sedangkan 3 daerah lainnya dikategorikan belum siap. Untuk UPT Bukit Merbau Sp. 2, Kecamatan Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu masih terkendala ketiadaan saluran air bersih (SAB) dan pembangunan rumah bagi para transmigran yang belum selesai 100%.
Sedangkan untuk UPT Sigulai, Kecamatan Simeuleu Barat, Kabupaten Simeuleu, Provinsi Aceh dikarenakan proyek pembangunan rumah belum selesai hingga jadwal keberangkatan.
“Ada satu daerah yang semua siap tapi ada sengketa,” ujar Suryantoro.
Darah tersebut adalah UPT Pangea Sp. 3, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalimo, Provinsi Gorontalo sudah memenuhi semua syarat kelayakan namun terhambat dengan adanya sengketa dengan masyarakat setempat mengenai lahan yang ditempati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.